Bukan tidak mungkin seseorang di usia muda mengalami asam urat tinggi atau hiperurisemia yang mengakibatkan radang sendi. Cirinya, yaitu nyeri persendian yang tak tertahankan dan pembengkakan yang disertai rasa terbakar di area sendi. Persendian area jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Kondisi ini terjadi jika kadar asam urat tinggi dan menumpuk di area persendian dalam jangka waktu lama.

Penyebab Asam Urat di Usia Muda
Kini, bukan hal yang aneh ketika generasi muda mengalami masalah kesehatan akibat asam urat yang tinggi, seperti radang sendi. Ada banyak faktor penyebab kondisi ini bisa terjadi, berikut lima di antaranya.
Jarang Minum Air Putih
Kebiasaan yang memicu asam urat, salah satunya, yaitu jarang minum air putih. Pasalnya, air putih sangat dibutuhkan untuk membantu kinerja ginjal yaitu menyaring asam urat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh dalam bentuk urin. Jika tubuh dehidrasi, maka ginjal bekerja lebih keras dan sulit melakukan proses penyaringan. Pada akhirnya, kandungan asam urat jadi menumpuk dan berisiko menyebabkan asam urat. Anak muda tidak jarang menyepelekan hal ini. Setidaknya, minumlah 1,4 — 1,9 liter air per hari.
Pola Diet Tidak Seimbang
Tidak ada yang salah dengan diet, sepanjang metodenya cocok dan mempertimbangkan pemenuhan gizi seimbang. Akan tetapi, jika salah memilih pola diet, maka tentu berisiko pada kesehatan. Diet terlalu ketat dengan hanya mengonsumsi protein dari daging dan makanan laut, ternyata tidak baik karena meningkatkan kadar asam urat. Pasalnya, kandungan purin sangat tinggi.
Konsumsi Soda Berlebihan
Kebiasaan mengonsumsi soda hingga berlebihan juga meningkatkan risiko asam urat di usia muda. Minuman soda mengandung fruktosa, tubuh akan memproduksi purin ketika proses pemecahan fruktosa berlangsung. Jika sangat banyak senyawa purin di dalam tubuh, maka berisiko menyebabkan asam urat.
Obesitas
Berat badan berlebih atau obesitas membuat produksi asam urat meningkat dan metabolisme tubuh terganggu. Dengan peningkatan kadar asam urat, ginjal kewalahan membuang asam tersebut. Akibatnya, kadar asam urat tetap tinggi dan menyebabkan berbagai gejala.
Riwayat Keluarga dan Kondisi Medis Tertentu
Risiko asam urat juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Kemungkinan seseorang mengalami asam urat lebih besar jika mempunyai anggota keluarga dengan riwayat penyakit yang sama. Selain itu, seseorang yang mengalami hipertensi, diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, dan ginjal juga berisiko lebih tinggi mengalami asam urat.
Cara Cegah Asam Urat di Usia Muda
Menjaga kesehatan tubuh juga sudah menjadi suatu kebutuhan, bukan? Mengetahui berbagai penyebab di atas, Sahabat Sehat bisa menerapkan upaya pencegahan. Lakukan berbagai cara di bawah ini supaya asam urat tidak menyerangmu di usiamu yang masih produktif.

Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Purin
Batasilah mengonsumsi makanan yang tinggi purin, seperti daging merah, ikan, unggas, dan jeroan. Beberapa sayur hijau, seperti asparagus, bayam, jamur, kembang kol, juga perlu dibatasi konsumsinya, Konsumsi dalam porsi secukupnya dan lengkapi dengan jenis makanan lain dalam porsi yang seimbang.
Hindari Minuman Soda dan Beralkohol
Hindarilah minuman soda dan beralkohol karena keduanya dapat memicu naiknya asam urat. Pemanis yang biasanya ditambahkan di dalamnya juga bisa merangsang tubuh memproduksi banyak purin.
Pertahankan Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan agar tetap ideal sangat bermanfaat untuk kesehatan. Hindari melakukan diet ketat yang mengakibatkan ketidakseimbangan asupan gizi, termasuk membebaskan diri untuk makan berlebihan. Semua ini demi melancarkan metabolisme, termasuk pengolahan asam urat dalam tubuh.
Rutin Olahraga dan Cek Kesehatan
Rutin olahraga juga sangat membantu. Setidaknya, lakukan olahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu atau sekitar 20 menit setiap harinya. Sahabat Sehat juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di klinik atau rumah sakit terdekat, atau melakukan pengecekan secara mandiri dengan alat di rumah. Hal ini dilakukan supaya kamu bisa mengetahui kondisimu, dengan begitu kamu mampu mengontrol kadar asam urat dengan baik.
Pencegahan lebih baik daripada mengobati, bukan? Oleh karena itu, mulailah menerapkan semua saran tersebut. Jangan lupa untuk mengelola stres. Jangan biarkan masalah kesehatan akibat tingginya asam urat menghampirimu di usia produktif. Yuk, hidup sehat dan produktif!
