Yuk Merdekakan Tubuh dari Konsumsi Garam Berlebih!

Teman Sehat, seberapa sering kamu mendengar larangan konsumsi garam secara berlebihan? Jangan dibayangkan kalau garam yang ngga boleh dikonsumsi hanyalah garam dapur ya, karena banyak juga makanan juga mengandung garam. Tapi, kenapa ya, kamu perlu membatasi asupannya? Lalu, gimana ya, caranya membatasinya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Manfaat garam,

Tahukah kamu? Jika garam mengandung mineral yang disebut dengan natrium. Zat ini merupakan salah satu komponen zat gizi mikro yang penting bagi tubuh. Zat ini memiliki peran untuk mengontrol keseimbangan cairan di dalam tubuh. Selain itu, zat ini juga membantu mengirimkan sinyal ke sistem syaraf pusat dan membantu menjalankan fungsi sistem pergerakan tubuh.

Jika konsumsi garam berlebih

Jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, tubuh akan mengalami masalah kesehatan, loh! Saat natrium masuk ke dalam sistem peredaran darah dengan konsentrasi yang tinggi, zat ini akan menarik air masuk ke dalam pembuluh darah, sehingga akan meningkatkan volume darah.

Saat volume darah meningkat, maka tekanan darah akan mengalami peningkatan. Nah, kondisi inilah yang sering kamu dengar dengan istilah hipertensi. Jangan pernah meremehkan tekanan darah tinggi, ya Teman Sehat. Hal ini dikarenkan  kondisi ini bisa menyebabkan jantung bekerja terlalu berat.

Selain itu, tekanan tinggi pada aliran darah juga bisa membahayakan pembuluh darah dan organ lainnya, seperti jantung, ginjal, otak, dan mata. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan berakibat pada kerusakan organ tubuh lainnya bahkan kebutaan.

Tips membatasi konsumsinya!

Kementerian Kesehatan RI telah menginformasikan batasan konsumsi natrium bagi masyarakat Indonesia maksimal 2000 mg atau setara dengan 1 sdt/orang/hari (5 g/orang/hari). Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga asupan natrium harianmu!

  1. Perhatikan label makanan yang akan dibeli. Kamu bisa cek kandungan natrium di tabel komposisi zat gizi pada setiap pangan olahan kemasan.
  2. Masaklah makananmu sendiri. Memasak makanan sendiri, bisa meminimalisir kamu dari asupan natrium yang berlebih, loh! kamu bisa membatasi sendiri penggunaan bahan tambahan pangan yang mengandung zat gizi ini.
  3. Menggunakan flavoran tanpa natrium. Cobalah perkaya cita rasa masakan dengan rempah-rempah.
  4. Membeli daging/ikan segar. Belilah bahan yang segar tanpa penambahan larutan yang mengandung natrium.
  5. Perhatikan sayuran yang kamu pilih. Jika kamu akan membeli sayuran kaleng, belilah sayuran kaleng yang ngga disertai penggunaan natrium berlebih di dalamnya.
  6. Bilas makanan yang mengandung garam. Jika kamu ngga menemukan makanan kaleng tanpa penggunaan zat ini, maka bilaslah bahan pangan ini menggunakan air mengalir atau perendaman dengan air untuk menguragi jumlahnya.
  7. Pilih camilan rendah natrium. Nah, mulailah kurangi memilih camilan yang tinggi zat ini, ya. Jangan sampai hanya dilakukan pada menu utama, tapi camilanmu tetap mengandung tinggi natrium.

Teman Sehat, ingat ya, risiko hipertensi umumnya meningkat dengan bertambahnya usia, loh! Jadi, selagi masih muda, mulailah batasi konsumsi zat gizi ini dari sekarang. Walaupun sangat dibituhkan oleh tubuh, tapi kalau berlebih malah berbahaya. Nah, jangan lupa untuk comment dan share artikel ini jika bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.