Memberikan yang Terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Halo teman sehat! Menjadi anak muda tentu harus peduli dengan lingkungan sekitar. Ngga hanya peduli dengan penanganan sampah maupun upaya pelestarian alam, namun juga harus peduli dengan lingkungan sosial di sekitar kita, salah satunya adalah gerakan peduli untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Teman Sehat tertarik?

Menurut Heward, anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik. Sayangnya, kebiasaan lingkungan kita erat melakukan bullying kepada mereka yang termasuk ke dalam kelompok ini. Sangat disayangkan, padahal sudah seharusnya kita menjaga mereka dengan perhatian yang lebih.

Tentunya berhadapan dengan anak berkebutuhan khusus perlu tips dan trik tertentu. Berikut beberapa hal yang bisa Teman Sehat terapkan supaya anak berkebutuhan tumbuh lebih baik tanpa tekanan dari manapun. Yuk, cek!

1. Temukan metode pembelajaran yang tepat untuk pendidikan mereka

Setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas baik di sekolah inklusif maupun sekolah reguler pada umumnya. Memberikan yang terbaik untuk mereka bisa melalui pendidikan dengan sikap baik dan positif, menggunakan setting kelas yang sesuai, memberikan perhatian yang lebih, dan memanfaatkan semua metode komunikasi yang sesuai. Ngga hanya itu, mereka juga perlu diajarkan membangun kepercayaan diri dengan memberikan penjelasan tentang disabilitas yang sudah seharusnya ngga dikucilkan dari pergaulan. Terakhir, berbagi pengalaman kepada mereka akan jauh lebih baik dari sekadar teori.

2. Diet GF-CF (Gluten-free dan Casein-free)

Diet GF-CF selain diyakini dapat memperbaiki gangguan pencernaan, ternyata juga bisa mengurangi gejala atau tingkah laku pada anak berkebutuhan khusus. Ahli gizi menjelaskan bahwa diet terhadap makanan maupun minuman yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh sangat besar terhadap kondisi anak berkebutuhan khusus. Ngga hanya itu, makanan lain yang juga disarankan untuk dihindari adalah makanan mengandung ragi, makanan fermentasi, dan gula.

3. Temukan rasa percaya diri mereka

Anak berkebutuhan khusus sering merasa dirinya paling buruk dan akhirnya mereka ngga percaya diri. Orang-orang terdekat khususnya orang tua harus banyak memberikan pujian dan komentar positif kepada anak mulai dari hal terkecil yang dapat dilakukan anak.

4. Mengajarkan pentingnya sosialisasi

Anak berkebutuhan khusus mungkin tidak bisa bermain bersama dengan temannya layaknya anak-anak lainnya. Mereka memiliki keterbatasan dalam ekspresi wajah, gerak tubuh, maupun nada bicara. Inilah saatnya mengajarkan mereka pentingnya sosialisasi dan berinteraksi mulai dari orang terdekat, saudara, atau mungkin tetangga sekitar.

Ngga ada yang harus disesali dengan pemberian Tuhan berupa anak berkebutuhan khusus, karena yang harus kita lakukan adalah menjaga sebaik-baiknya pemberian Tuhan tersebut. Nah, tips-tips di atas bisa Teman Sehat lakukan saat menghadapi atau memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Jika perlu, akan lebih baik apabila bergabung dengan komunitas anak berkebutuhan khusus. Selain berbagi, kamu akan mendapatkan banyak informasi penting di sana.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *