Makanan Tuk Dukung Peningkatan Trombosit Saat DBD

Pada tahun 2024 di Indonesia terjadi peningkatan kasus penderita DBD, mencapai 43.271 orang dan yang meninggal 343 jiwa. Data tersebut terhitung dari bulan Januari hingga Maret, kurang lebih selama 12 minggu. Sedangkan, secara global pada tahun 2010 saja, infeksi akibat gigitan nyamuk ini mempengaruhi 390 juta orang dengan kasus infeksi 96 juta. Salah satu gejala DBD yaitu terjadi penurunan kadar trombosit. Trombosit memiliki peran dalam penyembuhan luka. Selain dengan transfusi, obat dan suplemen, meningkatkan trombosit dapat dibantu oleh makanan sebagai pendukung. 

nyamuk DBD
Foto: Freepik.com

Makanan ber-vitamin C

Manfaat vitamin C dapat membantu menyerap zat besi dan ini juga dapat membantu trombosit untuk berfungsi secara efisien saat pembekuan. Pada makanan, vitamin C lebih banyak terkandung pada buah dan sayur yang berwarna-warni seperti jeruk, melon, mangga, stroberi, kembang kol, ubi jalar, bayam, paprika hijau, brokoli, dan kubis.

Makanan yang mengandung folat

Kekurangan folat sering dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan dan jumlah trombosit yang rendah. Asam folat adalah vitamin B9 yang dapat membantu memperbaiki dan membentuk sel darah. Contoh makanan yang mengandung asam folat adalah alpukat, kacang polong, bayam, sawi, brokoli, kacang merah, kacang hijau, dan asparagus.

makanan sehat
Foto: Freepik.com

Makanan dengan kandungan zat besi

Zat besi dapat berperan sebagai energi bagi sel pada trombosit. Bila terjadi kekurangan zat besi parah, maka dapat menyebabkan trombositopenia. Zat besi terkandung pada ikan sarden, tiram, kacang lentil, kacang putih, kacang merah, kacang mete, bayam dan tahu.

Makanan berwarna hijau

Pigmen hijau pada bahan pangan sering ditemukan pada sayuran dan jenis ganggang. Menurut hasil penelitian pigmen hijau atau klorofil dapat meningkatkan jumlah trombosit. Beberapa makanan yang banyak mengandung pigmen hijau, yaitu bayam, sawi, brokoli, rumput laut, kiwi, kubis hijau, dan asparagus.

Makanan yang mengandung kobalamin

Kobalamin atau vitamin B12 dibutuhkan oleh tubuh saat pembuatan trombosit dan sel darah lainnya. Kekurangan vitamin B12 dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya jumlah trombosit. Kobalamin ada pada daging tanpa lemak, tempe, kalkun, telur, ikan, dan kerang.

Nah, itulah Sahabat Sehat berbagai makanan yang dapat membantu mengembalikan jumlah trombosit saat kamu mengalami penurunan jumlah bagian dari sel darah ini karena dampak DBD atau karena penyebab lainnya.

Referensi

Archuleta, S., et al. 2020. Predictors and Clinical Outcomes of Poor Platelet Recovery In Adult Dengue with Thrombocytopenia: a Multicenter, Prospective Study. https://academic.oup.com/cid/article/71/2/383/5598980. Diakses 2 April 2024.

Goldman, L. 2023. Which Fruits Support Platelets Naturally?. https://www.healthline.com/health/fruits-to-increase-platelets#low-platelet-count-signs. Diakses 2 April 2024.

Kimszal, J. 2023. Natural Treatment for Low Platelets: Foods to Eat and Avoid. https://www.verywellhealth.com/foods-to-eat-and-avoid-with-itp-5206758. Diakses 2 April 2024.

Kompas.com. 2024. Kasus Demam Berdarah Alami Peningkatan, Begini Anjuran Kemenkes. https://health.kompas.com/read/24D01132207768/kasus-demam-berdarah-alami-peningkatan-begini-anjuran-kemenkes. Diakses 2 April 2024.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.