Pernah dengar tentang PLADO? Diet ginjal satu ini jadi salah diet sehat yang direkomendasikan untuk pasien gagal ginjal. Menurut salah satu penelitian dalam Jurnal Nutrients gagal ginjal kronis menyerang lebih dari 10% orang dewasa setiap tahunnya.

Sementara di Indonesia, prevalensinya meningkat dari 2% pada 2013 menjadi 3,8% pada 2018. Oleh karena itu, tujuan diet penyakit gagal ginjal ini untuk membantu proses penyembuhan, ngga memperparah, serta menghambat progresivitas penyakit.
Apa itu PLADO diet?
PLADO (Plant Dominant Low Protein Diet) merupakan diet dengan prinsip rendah protein dengan menggunakan plant based atau menggunakan sumber protein nabati. Mengapa harus protein rendah?
Penderita gagal ginjal kronis mengalami penurunan fungsi ginjal sehingga protein yang tinggi justru bisa bahaya karena meningkatkan beban kerja ginjal. Selain protein rendah, PLADO diet juga menyarankan untuk konsumsi >50% sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan atau kedelai. Menurut Journal of the American Society of Nephrology (2017), mengganti satu porsi daging merah dengan kacang-kacangan atau kedelai berkaitan dengan 50,4% penurunan risiko gagal ginjal.
Syarat Diet Ginjal dengan PLADO
Protein rendah yang dianjurkan adalah 0,6-0,8 g/kg/hari, misal penderita memiliki berat badan 50 kg maka protein sehari yang bisa dikonsumsi adalah 30-40 g/hari. Namun, kebutuhan tersebut bisa berbeda tergantung kondisi tiap individu, misal ada penumpukan cairan atau biasa disebut edema atau asites.
Berat badan masih harus dikurangi 10-30% sesuai derajat keparahannya. Diet PLADO ditujukan untuk pasien yang tidak melakukan dialisis, pasalnya jika sudah dialisis, proteinnya yang dikonsumsi harus lebih tinggi, yaitu 1-1,2 g/kg/hari.
Selain itu, butuh memenuhi serat 25-30 g. Natrium juga perlu dibatasi, terlebih jika hipertensi. Semakin tinggi tekanan darah maka natrium yang boleh dikonsumsi semakin sedikit.

Efek Plado Diet
Bagaimana diet plant dominant memberikan efek positif untuk kondisi gagal ginjal? Diet ini memungkinkan untuk pemenuhan serat sehingga menurunkan limbah uremik pada usus. Dapat menurunkan hyperphospat karena fosfor dari nabati tidak mudah diserap.
Selain itu, sayur dan buah itu bersifat basa dan dapat menurunkan metabolik asidosis sehingga ngga mendukung perkembangan gagal ginjal kronik. Selain itu, juga menurunkan proteinuria, serta bantu menyehatkan jantung dari gangguan kardiovaskular.
Risiko PLADO Diet
Diet PLADO menggunakan sumber nabati, maka ada risiko hiperkalemia. Sementara itu, kalium tinggi tidak baik untuk ginjal. Oleh karena itu, terkadang pasien tidak dianjurkan makan sayur atau buah. Namun, ada yang tetap diperbolehkan untuk pemenuhan serat, selain itu kalium sayur dan buah yang terserap tubuh hanya 50%.
Dibandingkan produk hewani yang kaliumnya bisa terserap 80% dan pada makanan kemasan dengan bahan tambahan pangan bisa 100% terserap. Namun, dalam penerapannya, tetap harus memilih jenis buah dan sayur yang memiliki kalium rendah, contoh apel, anggur, selada, dan paprika.
Perlu diingat bahwa penerapan diet ginjal dengan PLADO tidak bisa sembarangan untuk semua orang karena kondisi dan stage penyakit bisa berbeda. Diet harus tepat sasaran, oleh karena itu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
