Teman Sehat, sebagian dari kamu mungkin mengetahui bahwa penyakit diabetes ada satu jenis? Yap, kenyataannya diabetes melitus (DM) terbagi menjadi 2 yaitu diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Sebelum mengetahui perubahan gaya hidup apa saja yang bisa kamu lakukan, yuk kenalan lebih lanjut dengan DM di sini!
Mengenal DM tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang biasanya diderita oleh seseorang dengan usia lebih dari 40 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor risiko, tapi biasanya disebabkan oleh pola hidup yang ngga sehat.

Contoh pola hidupnya, yaitu mengonsumsi makanan yang kaya akan gula dan lemak, tapi sedikit mengandung karbohidrat dan serat. Selain itu, pola hidup ini ditambah dengan kurangnya melakukan aktifitas fisik serta kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok yang merupakan faktor risiko tertinggi penyakit tidak menular (PTM) pada remaja.
Lalu apa yang bisa kamu lakukan?
Ada empat pencegahan DM tipe 2 yang bisa kamu lakukan, yaitu:
1. Pencegahan premordial

Merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengondisikan penderita, bahwa gaya hidup dan faktor risiko yang dilakukannya ngga tepat. Contohnya dengan mengdondisikan seseorang agar merasa jika mengonsumsi makanan junk food, merupakan pola makan yang kurang baik. Selain itu, jarangnya melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga akan menyebabkan obesitas dan ngga baik bagi kesehatan.
2. Pencegah primer
Merupakan suatu cara yang ditujukan pada seseorang dengan kelompok risiko tinggi. Siapakah mereka? Yaitu seseorang yang belum menderita DM, tapi berpotensi terkena penyakit ini.

Sangat penting pencegahan penyakit ini sejak dini. Hendaknya kamu menanamkan pengertian mengenai pentingnya kegiatan jasmani teratur, pola dan jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini disebabkan agar tubuh tetap sehat tanpa risiko obesitas dan merokok bagi kesehatan.
3. Pencegahan sekunder

Merupakan upaya pencegahan dengan cara menghambat timbulnya penyulit melalui deteksi dini dengan pemeriksaan penyaringan glukosa darah dan memberikan pengobatan sejak awal. Dalam pengelolaannya, sejak awal penderita sudah harus diwaspadai dan sedapat mungkin dicegah kemungkinan terjadinya penyulit menahun.
4. Pencegahan tersier

Merupakan pencegahan dengan sasaran utama penderita penyakit tertentu, untuk mencegah bertambah beratnya penyakit atau terjadinya luka tambahan maupun program rehabilitasi. Tujuan utama pencegahan ini yaitu mencegah proses penyakit lebih lanjut, seperti perawatan dan pengobatan khusus pada penderita DM, tekanan darah tinggi, gangguan saraf dan mencegah terjadinya luka maupun kematian karena penyebab tertentu.
Nah, itulah beberapa pencegahan yang bisa Teman Sehat lakukan untuk mencegah penyebaran penyakit DM tipe 2 ini. Jika kamu seseorang yang berisiko terkena penyakit ini karena faktor keturunan, mulailah memperbaiki gaya hidup dan pola makanmu. Yuk, bagikan artikel ini jika bermanfaat, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
