4 Check List Kebersihan Rumah!

Teman Sehat, sejak dilakukannya pengurangan aktivitas di luar dalam bentuk WFH (work from home), pasti sekarang kamu lebih aware dengan kebersihan di rumah? Yap, masih ingat kan, cara virus COVID-19 ini menyebar, salah satunya perpindahan yang terjadi pada permukaan benda. Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, kamu bisa membuat check list kebersihan rumah berstandar WHO. Mau tahu apa aja? Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Cek jumlah penghuni rumah

Tahukah kamu, jumlah penghuni rumah yang melebihi kapasitas ruangan, bisa berdampak pada risiko kesehatan fisik dan mental, loh. Kepadatan ini ngga cuma dilihat dari jumlah yang melebihi kapasitasnya, tapi juga dari usia penghuni rumah, hubungan kekeluargaan, dan juga jenis kelamin.

Sebagai contoh, rumah yang dihuni lebih dari beberapa kepala keluarga, tetapi hanya berisikan beberapa kamar yang ngga sesuai jumlahnya. Kepatan ini, bisa menimbulkan risiko peningkatan stres, seperti mengalami gangguan tidur, paparan asap rokok, penyakit pernafasan menular dan diare semakin tinggi. Jika kondisi ini ngga memungkinkan untuk dirubah, karena keterbatasan perekenomian, kamubbisa mengupayakan agar kesehatan mental tetap terjaga.

2. Perkirakan suhu dalam ruangan

Menurut saran dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, suhu yang direkomendasikan di ruangan sebesar 18 derajat Celcius. Nah, salah satu keuntungan kamu tinggal di daerah tropis, yang ngga memiliki musim dingin, kamu ngga perlu khawatir. Tahkah kamu, suhu di bawah 18 derajat Celcius, akan meningkatkan beberapa risiko penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan.

Tapi, jangan senang dulu, suhu yang terlalu panas juga ngga baik untuk kesehatan, terutama jika kamu memiliki bayi maupun lansia. Walaupun tubuh kamu memiliki ‘sistem pendingin alami’ melalui keringat, tetapi kontrol suhu tetap diperlukan. So, kamu perlu memperhatikan sirkulasi udara pada ventilasi rumah, ya!

3. Kemungkinan cedera yang terjadi

Secara global, menurut data statistik menunjukkan bahwa setengah dari kecelakaan atau cedera disebabkan oleh cedera ngga sengaja di rumah. Bahaya yang mungkin timbul yaitu, terbakar, tersetrum, terjatuh, dan tertimpa barang. Biasanya kecelakaan ini lebih sering terjadi pada anak anak dan lansia.

Nah, oleh karena itu, penting untuk kamu memperhatikan cara menempatkan benda yang berpotensi berisiko secara seksama. Contohnya, jika kamu memiliki bayi yang sedang aktif di rumah, tutuplah stop kontak, pintu lemari dan pintu kamar mandi. Selain itu, perhatikanlah penggunaan pegangan tangan di tangga dan kamar mandi, jika ada lansia di rumahmu.

4. Cek akses rumahmu

Apakah rumahmu ramah untuk seseorang yang distabilitas? Jika iya, berarti kamu sudah memenuhi aturan dari WHO. Menurut WHO dalam studi yang dipublikasikannya, dengan akses yang cukup, maka ketika ada kejadian emergency, pertolongan akan cepat dilakukan. Itulah salah satu yang penting untuk menunjang kesehatan dari dalam rumah,

Selain 4 poin diatas, WHO juga mengingatkan akan pentingnya air bersih yang terbebas dari logam berbahaya dan juga kualitas udara yang baik untuk dimiliki oleh semua. Ngga ada kesehatan yang ngga dimulai dari rumah yang aman, sehat dan bersih, bukan Teman Sehat? So, jangan lupa check list 4 hal ini ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.