4 Tips Penggunaan Gadget pada Si Kecil

Halo, Teman Sehat! Rasanya, sekarang semua informasi udah mudah banget didapatkan menggunakan satu alat yaitu, gadget. Gadget yang dimaksud, bisa laptop, tablet ataupun smatphone. Ternyata, ngga cuma informasi aja loh, terkadang gadget digunakan juga sebagai alat mencari hiburan. Selain orang dewasa, anak-anak juga banyak menggunakannya untuk mencari hiburan, seperti nonton youtube atau main games.

Tapi, sebenarnya boleh ngga sih, si kecil bermain gadget dalam waktu yang lama? Gimana ya, cara menanganinya? Mau tau? Let’s check it out!

1. Batasi penggunaan gadget

Kamu tau ngga, terlalu lama menatap layar smartphone bisa membuat mata kering, bahkan sampai menurunkan fungsi pengelihatan. Hal ini dikarenakan pengguna smartphone hanya fokus pada satu objek dan dilakukan pada waktu yang sangat lama. Padahal, penggunaan maksimalnya adalah dua jam.

Mata yang kering disebabkan karena kurangnya air mata yang berfungsi sebagai pelumas bola mata, agar kotoran dan uman jahat ngga membuat mata kamu iritasi. Kurangnya air mata, juga bisa menyebabkan mata kekurangan nutrisi dan meningkatkan risiko gangguan pengelihatan.

Selain itu, dalam jangka panjang jika si kecil terus bermain gadget, akan meningkatkan risiko penurunan ketajaman mata, yang biasanya terjadi pada anak usia 8-12 tahun. Perkembangan otak pun bisa terganggu, sehingga menimbukan hambatan dalam berbicara.

2. Aturlah posisi yang tepat

Kamu pernah ngga ngerasa pegal saat bermain smartphone? Yap, posisi yang lama dan salah  selama bermain smatphone, akan menyebabkan sakit kepala an nyeri pada leher. Apalagi kalau si kecil yang merasakannya, pasti mereka akan rewel seharian.

Ajaklah si kecil untuk mengambil posisi duduk saat bermain smartphone. Posisi ini, dilihat lebih baik dari pada posisi tidur, sehingga si kecil bisa mengatur jarak yang ideal antara mata dan layar smartphone. Posisi tiduran, bisa menyebabkan mata jadi ngga nyaman dan terpapar layar secara langsung lebih lama.

3. Aturlah intensitas cahayanya

Intensitas cahaya pada smartphone, juga perlu di atur loh! Hal ini dikarenakan, penerangan yang kurang akan menyebabkan mata menjadi cepat lelah, sehingga kamu ngga akan efisien saat bekerja. Intensitas cahaya yang ditangkap oleh mata, akan diatur oleh gerak otot mata yang ada di bagian tengah (otot akomodasi).

Otot ini akan mengontrol mata ketika melihat objek. Jika penerangan yang diberikan cukup baik dan memadai, maka akan mencegah ketegangan mata. Tapi, jika cahayanya kurang maka, kecepatan dan ketepatan otot ini akan berkurang sehingga, mata akan cepat lelah karena menuntut fokus bekerja mata yang lebih.

4. Yuk, atur waktu penggunaannya!

Asiknya bermain gadget, kadang membuat si kecil lupa waktu. Padahal, jika dibandingkan, beraktivitas fisik di uar selama satu jam, akan lebih baik daripada bermain gadget. Ativitas fisik seperti bermain bola, bulu tangkis dan sebagainya akan melatih otot dan kecerdasan si kecil.

Tapi, kalau si kecil udah teranjur ‘kecanduan’, kamu bisa pelan-pelan mulai menerapkan metode 20-20-20. Yap, dengan menjauhkan pandangan setiap 20 menit, melihat objek lain yang berjarak 20 kaki dari posisi kamu, dan selama 20 menit beristirahat.

Yuk, jadi orang tua, kakak, dan orang terdekat yang cerdas, dengan mengajarkan si kecil cara bermain gadget yang baik dan benar. Jangan jadikan teknologi yang berkembang sekarang, menjadi ‘musuh’ dalam hidup kamu. Tapi, jadikan ini sebagai tantangan untuk membuat si kecil tumbuh menjadi lebih baik.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *