Fakta seputar Alzheimer penting untuk diketahui. Tahukah Sahabat Sehat? Menurut WHO ada sekitar 50 juta orang yang didiagnosis mengalami demensia Alzheimer. Terlebih di Indonesia, diperkirakan akan ada peningkatan 4 juta penderita pada tahun 2050 mendatang.
Fakta Seputar Alzheimer
Alzheimer merupakan kondisi ketika terjadi kerusakan pada sel saraf otak yang menyebabkan gangguan memori bagi penderitanya dan biasanya banyak dialami oleh lansia yang berusia diatas 65 tahun. Dalam Majalah Kesehatan Indonesia, Sianturi berpendapat bahwa kondisi inibisa didiagnosis melalui pemeriksaan medis neuropatologi, neuropsikologik, CT Scan dan MRI, cek PET, EEG, dan SPECT.

Apakah Sama dengan Demensia?
Demensia merupakan kepikunan secara umum. Demensia ada berbagai jenis, seperti demensia Alzheimer, demensia parkinson, demensia vaskular, demensia lewy body, demensia frontotemporal, demensia karena HIV AIDS, dan lain sebagainya.
Jadi, demensia merupakan sindrom atau kumpulan gejala berkaitan gangguan kognitif. Sedangkan Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia yang paling umum terjadi.
Apa sih Penyebabnya?
Alzheimer bisa terjadi karena adanya gangguan kerja sel saraf di otak. Penumpukan protein beta-amyloid abnormal menyebabkan terbentuknya plak (senile plaque) di otak, dan akhirnya menstimulasi kematian sel saraf. Tapi, hingga saat ini penyebab penumpukan protein tersebut belum diketahui secara pasti.
Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan kondisi tersebut terjadi karena adanya pengaruh genetik, faktor lingkungan yang mendorong faktor genetik, trauma cedera otak, pola hidup, pertambahan usia, pekerjaan dan pendidikan yang menjurus pada kurangnya dalam pemenuhan gizi, serta kurangnya akses terhadap layanan kesehatan.
Tanda Awal Alzheimer
Alzheimer biasanya ditandai dengan ingatan mulai memburuk, lupa pada kejadian yang baru dialami, atau sering mengulang pertanyaan. Lebih lagi, sulit fokus, ngga mengenali benda yang sering dipakai atau seseorang yang sering ditemui.
Penderita biasanya juga mengalami disorientasi waktu dan tempat, bahkan lupa jalan pulang. Kesulitan visuospasial, misal menuang air hingga tumpah. Kebingungan, mudah tersinggung, dan lainnya. Lebih buruk pada stadium tiga, menurut Alzheimer’s Association, penderita sudah ngga mengingat apapun selain masa lalu, dan hanya tidur.

Pencegahan dan Pengobatannya
Pencegahan Alzheimer dilakukan dengan cara menurunkan risikonya, yaitu dengan penerapan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi seimbang, hindari merokok dan minum alkohol, aktif bergerak, misal berjalan kaki dan senam, istirahat cukup, serta melatih otak untuk tetap aktif, misal mengisi TTS. Setiap orang berpotensi mengalami Alzheimer, jadi penting untuk melakukan pencegahannya sejak awal.
Nah, hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini secara total. Pengobatan hanya sebatas mengurangi gejala dan memperlambat progresivitas Alzheimer supaya tingjat keparahan ngga bertambah dengan cepat.
Fakta seputar Alzheimer menunjukkan bahwa kondisi ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari dan bisa menurunkan produktivitas, lebih lagi penyakit ini ngga bisa sembuh total. Jika Sahabat Sehat menemukan seperti tanda Alzheimer, segera periksa ke dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
