5 Hal tentang Hipotermia yang Mungkin Belum Kamu Tau

Halo Teman Sehat! Pernahkah kamu mendengar istilah hipotermia?

hipotermia

Buat kamu yang hobi naik gunung, istilah ini tentu udah ngga asing lagi di telinga. Atau, kamu yang pernah tinggal di wilayah 4 musim, istilah ini pasti udah jadi bahan perbincangan yang wajib diketahui oleh banyak orang di sana.

Apa sih sebenernya hipotermia itu? Apakah cukup hanya diketahui oleh pendaki gunung atau warga 4 musim aja? Check it out, Teman Sehat!

1. Apa itu hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi dimana mekanisme tubuh mengalami drop dan kesulitan dalam mengatur suhu tubuh buat mengatasi suhu dingin di sekitarnya. Kondisi ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C.

Kondisi ini bisa dengan mudah terjadi bila tubuh terkena angin yang dingin atau terlalu lama dalam keadaan basah terutama bagi pendaki gunung. Saat suhu tubuh menurun drastis akibat kedinginan, badan mulai menggigil sebagai bentuk usaha untuk menghangatkan diri. Saat keadaan itu berlangsung, tubuh akan kehilangan banyak energi, sampai pada titik batas energi habis, tubuh akan mulai memasuki fase kritis, yang dapat menyebabkan kematian. Berbahaya banget ya Teman Sehat.

2. Siapa saja yang rentan terserang?

Hipotermia dapat menyerang siapa saja. Sebagai contoh adalah mereka yang menghabiskan banyak waktu di tempat yang dingin, misalnya daerah dengan salju yang tebal atau seorang pendaki gunung.

Bukan cuma itu, bayi dan lansia juga rentan terserang hipotermia sebagai akibat dari kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang belum sempurna maupun yang telah menurun. Pengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang juga rentan mengalami kondisi loh.

3. Seperti apa gejalanya?

Gejala-gejala hipotermia umumnya berkembang secara perlahan-lahan sehingga sering ngga disadari oleh pengidapnya.

Orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala menggigil yang disertai rasa lelah, pusing, lapar, mual, kulit yang dingin atau pucat, dan napas yang cepat.

Jika suhu tubuh terus menurun hingga di bawah 32°C, tubuh pengidap hipotermia biasanya tidak mampu untuk menggigil lagi. Ini mengindikasikan tingkat keparahan hipotermia sudah memasuki tahap menengah hingga parah. Gejala lain yang umumnya terjadi adalah mengantuk, kehilangan akal sehat, kesulitan bergerak, bahkan kesadaran yang terus menurun.

4. Bagaimana cara mencegahnya?

Selalu waspada dengan kondisi ekstrem, seperti daerah bersalju atau puncak gunung dengan langkah sederhana. Misalnya selalu menjaga tubuh agar selalu kering, mengenakan pakaian yang sesuai, gunakan penutup pakaian yang rapat, dan selalu memilih pakaian dengan ukuran yang sesuai.

5. Kalau udah terjadi, bagaimana langkah penanganan hipotermia?

hipotermia

Kondisi ini bisa diatasi dengan mencegah proses pelepasan panas tubuh dan menghangatkan tubuh pengidap secara perlahan-lahan. Sebelum mendapat penanganan dari petugas medis profesional, ada beberapa langkah pertolongan darurat yang dapat dilakukan untuk membantu:

  1. Pantau pernapasan
  2. Ganti pakaian dengan yang kering
  3. Beri selimut tebal
  4. Berikan minuman hangat bagi penderita yang masih sadar.

Jadi, jangan lupa selalu persiapkan kondisi fisik kamu kalau ke tempat-tempat ekstrem ya, Teman Sehat! (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *