Halo Sahabat Sehat! Kantin bisa tersebar di mana saja seperti di sekolah, kantor, maupun tempat umum lainnya. Nah, kesehatan seseorang sangat menentukan bagaimana ia melakukan suatu aktivitas. Apabila kesehatannya terganggu, maka aktivitas yang dilakukan juga ngga bisa berjalan lancar. Tentu saja salah satu kunci untuk menjaga seseorang tetap sehat, yaitu perlunya memenuhi asupan gizi yang sepatutnya tersedia di kantin. Yuk, simak pentingnya kantin sehat!

Kantin sehat
Kantin sehat merupakan suatu fasilitas yang memberikan layanan pendukung bagi kesehatan. Penyediaan pangan yang sehat di kantin haruslah aman, begizi, dan higienis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membantu terkait regulasi dalam penyelenggaraan dan penjaminan mutu pangan. Pangan yang dijual di kantin difokuskan oleh BPOM, sedangkan aspek fisik kantin sehat difokuskan oleh Kemenkes RI.
Apa saja kriteria kantin sehat?
Kantin sehat setidaknya disyaratkan memiliki beberapa kriteria sebagai wujud standarisasi. Sahabat Sehat pasti pernah merasakan makan di kantin yang nyaman dan kurang nyaman, bukan?
Kantin sehat bisa dikatakan terstandar apabila di dalamnya tersedia pangan yang aman dan bersih, memiliki tempat cuci tangan dengan air mengalir, produk kemasan yang dijual memiliki label yang jelas sehingga mudah dibaca terutama pada informasi nilai gizi, membatasi junk food, memperbanyak makanan berserat seperti sayur dan buah, serta menyediakan minuman sehat seperti air mineral, susu, jus, maupun sport drink yang bisa dikonsumsi setelah berolahraga.

Bagaimana menyediakan pangan yang aman?
Menurut World Health Organization (WHO), lima kunci penyediaan pangan aman di antaranya:
Jaga kebersihan
Pengolah harus mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah pangan, menjaga kuku tetap bersih dan pendek untuk mengantisipasi adanya bakteri yang menempel ke bahan pangan. Bagitu juga kebersihan alat dan bahan yang digunakan untuk memasak haruslah terjaga.
Memisahkan pangan mentah dan matang
Tempat untuk menyimpan pangan mentah seperti daging, unggas, dan hasil laut sebaiknya dipisahkan dari pangan yang sudah diolah, baik ketika persiapan, dan penyimpanan.
Memasak pangan dengan benar
Pangan perlu diolah sampai matang seluruhnya dan untuk beberapa pangan tertentu dianjurkan tetap dalam kondisi hangat tergantung proses pengolahan. Proses pengolahan yang tepat dilakukan untuk mengurangi risiko terpaparnya mikroba berbahaya dalam pangan yang dikonsumsi.
Menyimpan pangan pada suhu yang aman
Penyimpanan perlu dilakukan dalam kondisi tertutup supaya ngga terkontaminasi oleh serangga seperti lalat, semut, kecoa, dan lainnya. Pangan yang mudah rusak disarankan untuk disimpan pada suhu dingin sekitar <50℃.
Air dan bahan baku yang aman
Air yang yang digunakan selama proses pengolahan disyaratkan ngga berbau dan berwarna, sehingga ngga berisiko membahayakan kesehatan. Sementara bahan baku yang digunakan, dianjurkan dalam kondisi segar dan utuh.
Sahabat Sehat sudah paham kan bagaimana pentingnya kantin sehat? Makan di kantin bersih, nyaman dan sehat tentunya menjadi dambaan semua orang. Nah, jika kamu ingin makan di kantin pada masa kebiasaan baru ini, pastikan tetap menjaga protokol kesehatan, ya. Salam sehat untuk kamu dan keluarga!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
