Baik ngga ya, Si Kecil Masuk Sekolah Lebih Awal?

Teman Sehat, kamu udah tahu belum? Kalau Kemendikbud menetapkan usia masuk sekolah bagi si kecil dengan jenjang Taman Kanak-kanak (TK) kelompok A, usia 4-5 tahun, dan kelompok B, dengan usia 5-6 tahun. Selain itu, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) berusia 7 tahun atau paling rendah 6 tahun per 1 Juli.

Ketentuan ini  udah mulai berlaku, loh,di sekolah negeri maupun swasta. Walaupun begitu, masih ada beberapa anak yang belajar dengan usia dini. Nah, hal ini punya kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanannya, loh buat si kecil! Yuk, simak penjelasannya di sini!

Inilah kelebihannya!

Banyak orang tua yang berpikir, mendaftarkan si kecil ke sekolah di usia dini akan lebih baik bagi tumbuh kembangnnya. Hal ini dikarenakan, semakin cepat anak mulai belajar, semakin besar kemampuannya saat menguasai pelajaran.

Menurut studi yang dilakukan The National Bureau of Economic Research, masuk sekolah pada usia dini punya beberapa keuntungan, yaitu si kecil akan lebih cepat beradaptasi secara sosial. Perkembangan otak yang sedang pesat, membuat si kecil mudah untuk mempelajari hal-hal yang baru. Selain itu, anak yang sekolah di usia dini memiliki kinerja lebih baik pada tes kognitifnya.

Kekurangannya,

Saat mulai belajar di usia dini, akan ada perbedaan perilaku si kecil dengan teman sebayanya. Si kecil harus pandai menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran untuk usia di atasnya.

Berdasarkan studi yang dilakukan di University’s School of Sport, Exercise and Health Sciences, menunjukkan bahwa anak berusia 4 tahun, secara fisik belum siap untuk sekolah, sehingga akan mengalami kesulitan belajar, gangguan perkembangan motorik, dan ADHD (Attention Deficit/Hiperactivity Disorder).

Dampak lainnya,

Si kecil akan terlihat lebih hiperaktif daripada teman sekelasnya yang usianya lebih tua. Sehingga mereka akan cenderung sulit untuk duduk diam dan berkonsentrasi di kelas. Padahal ini adalah perilaku yang wajar diusianya dan sebaiknya diagnosis ADHD ngga cuma dinilai dari perilakunya, tapi dari faktor lainnya.

Selain dinilai mengalami ADHD, menurut studi yang dilakukan di University of Exeter Medical School, anak-anak yang mulai sekolah di usia dini, akan lebih berisiko terganggu kesehatan mentalnya. Tekanan untuk mengikuti teman sekelasnya yang lebih senior, menjadikan mereka kesulitan saat belajar.

Teman Sehat, dampak negatif sekolah pada usia dini, memang ngga terlau signifikan dan akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia si kecil. Tapi, sebaiknya sebagai orang tua, sesuaikanlah usia si kecil saat memulai belajar dengan perkembangan dan kemampuannya. Agar si kecil bisa tumbuh dan berkembang di sekolahnya dengan baik. So, pikirkan baik-baik, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.