Yuk, Bijak Menggunakan Gadget agar Terhindar dari 5 Bahaya Berikut!

Halo Teman Sehat! Gadget seperti handphone, laptop, dan komputer menjadi benda yang sulit lepas dari keseharian kita, khususnya handphone yang selalu dibawa ke mana saja. Rasanya ada yang kurang kalau lupa membawa handphone, hal ini karena telepon pintar menawarkan banyak fitur yang menarik. Tapi, tahukah kamu kalau cahaya yang dikeluarkan oleh gadget dan benda elektronik bisa berakibat buruk, tidak hanya pada matamu, tapi juga bagi kesehatan kulit? Yuk, cek empat bahaya berikut!

Penuaan dini

Cahaya dari gadget ternyata berbeda dengan cahaya dari sinar matahari. Sebagian besar gadget yang kita gunakan mengeluarkan cahaya biru yang disebut High-Energy Visible (HEV). Cahaya ini dapat menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan sinar UV. HEV menghasilkan radiasi yang dapat merusak kolagen, hyaluronic acid, dan elastin. Ketiga senyawa ini berfungsi untuk menyehatkan dan mengencangkan kulit. Jika ketiganya rusak maka akan memicu penuaan dini. Keriput di wajah bisa saja muncul meskipun usia masih muda. Dampak penuaan dini akibat gadget ini bisa semakin parah seiring dengan bertambahnya usia karena kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan DNA juga semakin berkurang.

Kulit kusam

Kulit sebagai bagian pelindung paling luar dari tubuh kita lebih banyak terpapar oleh cahaya gadget. Menurut penelitian, terpapar cahaya gadget selama 1 jam terus-menerus bisa membentuk stres oksidatif yang akan memicu kematian sel pada kulit. Semakin banyak sel kulit mati di wajah, membuat kulit tampak semakin gelap atau kusam. Cahaya HEV juga akan merangsang hiperpigmentasi sehingga kulit tampak lebih gelap dan muncul dark spot.

Break out

Handphone yang kamu bawa setiap harinya belum tentu benar-benar higienis, karena benda ini merupakan salah satu sarang bagi berbagai mikroorganisme. Apalagi jika kamu jarang membersihkannya dengan antiseptik. Intensitas tangan memegang wajah tanpa cuci tangan setelah memegang handphone bisa menimbulkan jerawat ataupun break out.  Ditambah lagi, ternyata terpapar HEV juga bisa meningkatkan risiko inflamasi karena menipisnya lapisan kulit. Akibatnya, Teman Sehat bisa lebih mudah mengalami break out.

Tech neck

Tech neck merupakan kerutan di bagian leher akibat penggunaan gadget terus-menerus. Saat menggunakan gadget, terutama HP dan laptop; kepalamu akan menghadap ke bawah yang mengakibatkan kerutan pada leher lebih cepat terbentuk. Dr. Tanzi mengungkapkan tech neck dan keriput di sekitar mulut akan mulai tampak pada usia 30-an. Untuk mencegah tech neck, arahkan layar handphone atau laptop sejajar dengan kepala sehingga kamu mgga perlu terlalu menunduk.

Solusinya bagaimana?

  • Gunakan suncream. Selain untuk melawan sinar UV, krim ini juga bisa mencegah HEV. Karena jarak paparan antara wajah dan gadget yang cukup dekat, tentu  tubuh membutuhkan proteksi yang lebih ekstra daripada sinar UV. Penggunaan suncream setidaknya dapat mengurangi risiko dampak buruk dari sinar HEV.
  • Mengurangi intensitas penggunaan gadget. Untuk mengurangi paparan, udah pasti kita harus menjauhi sumbernya. Sepenuhnya menjauh dari gadget memang ngga mungkin ya, tapi bisa dilakukan dengan mengurangi intensitas penggunaannya. Usahakan hanya menggunakan gadget untuk keperluan-keperluan penting saja dan cari aktivitas lain untuk mengisi waktu luang.
  • Olahraga. Sudah banyak diketahui bahwa olahraga dapat mencegah penuaan dini.  Selain itu, bisa menjadi alternatif terbaik untuk mengisi waktu. Lakukan olahraga minimal 150 menit dalam 1 minggu ya!
  • Konsumsi makanan kaya antioksidan.

Demi kulit sehat dan mencegah penuaan, yuk lebih bijak dalam menggunakan gadget!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.