Teman Sehat, microwave menjadi peralatan dapur yang penting bagi kehidupan banyak orang. Akan tetapi, beberapa sumber menyebutkan bahwa memasak menggunakan microwave bisa menurunkan kandungan gizi makanan, bahkan berisiko menyebabkan kanker. Apakah benar begitu? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Microwave dan nutrisi makanan
Penggunaan microwave untuk memasak makanan mungkin saja dapat menghilangkan zat gizinya. Namun, hal tersebut disebabkan karena suhu yang terlalu tinggi atau waktu pemasakan yang terlalu lama. Begitu pula jika makanan dipanaskan dengan suhu tinggi dan waktu yang lama menggunakan alat pemanas lain, maka sama-sama juga akan mengurangi zat gizinya.
Waktu dan suhu yang dibutuhkan bergantung pada jenis bahan makanannya. Bahan makanan berisiko tinggi seperti daging, ikan, dan telur perlu dipanaskan hingga setidaknya 60℃ agar aman dikonsumsi. Kombinasi waktu dan suhu yang tepat ini lah yang bisa membantu mempertahankan sebagian besar zat gizi sekaligus meningkatkan rasa, tekstur, dan keamanan makanan.
Dalam beberapa hal, penggunaan microwave baik untuk pemasakan bahan pangan, seperti sayuran. Umumnya, sayuran dimasak dengan cara direbus. Namun, berbagai jenis zat gizi sayuran yang bersifat larut air akan hilang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan jika memasak menggunakan microwave. Selain itu, pemanasan singkat seperti yang digunakan pada microwave akan mempertahankan sebagian besar vitamin C yang ada pada sayuran, loh.
Microwave dan kanker
Beberapa studi menyatakan, salah satu penyebab kanker adalah senyawa heterocyclic aromatic amines (HCA). Senyawa ini terbentuk secara alami pada bahan makanan tinggi protein seperti daging sapi dan ikan saat proses pemasakan. Semakin lama dan semakin tinggi suhu pemasakan, maka kemungkinan terbentuknya senyawa HCA pun semakin besar.
Metode memasak merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan senyawa HCA. Sebuah studi menujukkan, ikan yang dimasak dengan cara dibakar mengandung lebih banyak HCA dibandingkan ikan yang dimasak dengan microwave. Bahkan senyawa HCA ngga terdeteksi sama sekali pada daging sapi yang dimasak dengan microwave. Selain itu, memanaskan kembali daging sapi dan ikan dalam microwave selama beberapa menit, terbukti ngga akan menghasilkan senyawa HCA tambahan.
Di sisi lain, sebuah penelitian menunjukkan, proses pemasakan daging ayam dengan microwave menghasilkan senyawa HCA lebih banyak dibandingkan ketika digoreng, dibakar, atau dipanggang. Meskipun demikian, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang bisa menunjukkan hubungan antara konsumsi daging ayam yang dimasak dengan microwave dan munculnya penyakit kanker.
Bagaimana dengan kemasannya?
Sebuah studi menunjukan bahwa bahan kimia pada kemasan plastik bisa berpindah ke dalam makanan ketika dipanaskan dengan microwave. Hal ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya gunakan kemasan yang aman digunakan di dalam microwave dengan cara melihat simbol di kemasannya.
Nah, itu dia beberapa penjelasan seputar memasak menggunakan microwave. Hingga saat ini memang belum ada penelitian secara langsung yang bisa mendukung dugaan memasak dengan microwave bisa membahayakan kesehatan. Jika Teman Sehat merasa artikel ini bermanfaat bisa bantu share dan tulis di kolom komentar untuk tahu tanggapan kamu!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

