Halo Teman Sehat! Kamu pasti cukup aware dengan kelebihan kolesterol dalam tubuh. Tapi, apakah kamu cukup familiar dengan trigliserida? Salah satu jenis lemak ini juga bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh jika kadarnya tinggi. Jangan tunggu angka trigliserida naik, untuk lakukan pencegahan hipertrigliserida. Bagaimana caranya?

Sumber: pixabay.com
Apa itu trigliserida?
Trigliserida merupakan salah satu jenis lipid yang beredar di sistem peredaran darah dan berasal dari produk pangan yang dikonsumsi. Seperti karbohidrat, lipid juga merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh ya Teman Sehat. Tapi, kadar trigliserida yang berlebihan justru memberikan dampak negatif bagi tubuh.
Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan batasan jumlah trigliserida di dalam tubuh. Trigliserida dikatakan normal jika terdapat <150 mg/dl trigliserida dalam darah, agak tinggi jika ditemukan 150-199 mg/dl trigliserida. Tinggi jika trigliserida 200-499 mg/dl, dan sangat tinggi apabila jumlah trigliserida > 500 mg/dl.
Risiko hipertrigliserida
Peningkatan jumlah trigliserida dalam darah bisa menyebabkan gangguan sindrom metabolik. Sindrom metabolik terdiri dari kombinasi peningkatan tekanan darah, kelebihan timbunan lemak di pinggul, peningkatan LDL (kolesterol jahat), rendahnya kadar HDL (kolesterol baik), dan meningkatnya kadar trigliserida. Munculnya sindrom metabolik berisiko terhadap munculnya gangguan kesehatan seperti jantung, diabetes, hingga stroke.
Secara khusus, gejala peningkatan trigliserida belum diketahui. Tapi, gejala peningkatan trigliserida serupa dengan peningkatan kadar kolesterol yaitu dapat dilihat dari munculnya gangguan pada jantung, dapat berupa nyeri di dada, mual, dan mudah merasa lelah.
Bagaimana mencegahnya?

Sumber: pixabay.com
Banyak upaya yang dapat Teman Sehat lakukan untuk mencegah peningkatan trigliserida diantaranya:
- Melakukan olahraga secara rutin
Dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 30 menit setiap hari, dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah dan merangsang pembentukan kolesterol baik. Perbanyak aktivitas fisik di dalam kegiatan sehari-hari juga bisa membantu loh! Seperti lebih memilih menapaki tangga dibandingkan dengan menggunakan lift.
- Mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana
Metabolisme gula sangat berkaitan dengan metabolisme lipid. Kelebihan asupan gula juga berdampak pada peningkatan trigliserida di dalam darah. So, agar trigliseridamu tidak melonjak, kamu juga perlu membatasi konsumsi gula atau karbohidrat sederhana lainnya ya!
- Menurunkan berat badan
Kelebihan trigliserida dalam tubuh (hipertrigliserida) juga disebabkan oleh asupan energi yang terlalu banyak dan tidak seimbang dengan energi yang dikeluarkan, sehingga energi disimpan dalam berbagai bentuk, salah satunya trigliserida. Jadi, Teman Sehat dapat menurunkan trigliserida dalam darah dengan melakukan kegiatan yang dapat membakar kalori.
- Membatasi konsumsi alkohol
Alkohol memiliki kalori dan gula dalam jumlah yang tinggi, konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan peningkatan trigliserida.
So, ada berbagai cara untuk mengontrol trigliserida tetap di batas normal. Teman Sehat bisa lebih aware terkait kondisi kesehatan dengan mulai memperhatikan setiap detail-detailnya. Stay healthy ya!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

