Halo, Teman Sehat! Apakah kamu udah mengonsumsi buah setidaknya 2-3 porsi sehari sesuai pesan gizi seimbang? Asupan makanan kaya zat gizi sangat dibutuhkan tubuh terlebih dikondisi pandemi ini, termasuk konsumsi buah-buahan sumber vitamin dan mineral. Nah, bicara soal buah, ada yang namanya buah kimaterik. Jenis buah apakah ini sebenarnya?

Sumber: google.com
Mengenal buah klimaterik
Berdasarkan aktivitas respirasi/pernapasannya, produk buah-buahan bisa dibedakan menjadi kelompok klimaterik dan non-klimaterik. Buah klimaterik merupakan jenis buah yang mengalami kenaikan tingkat respirasi dan produksi etilen setelah dipanen/dipetik. Etilen merupakan senyawa yang dapat menstimulus pemasakan/pematangan pada buah klimaterik dan mendorong pembentukan warna pada buah-buahan. Reaksi ini bersifat irreversible atau ngga bisa kembali seperti semula. Semakin tinggi kadar gas etilen pada buah akan menyebabkan proses pematangan semakin cepat.
Sebaliknya, buah non-klimaterik adalah buah yang ngga mengalami kenaikan tingkat respirasi maupun etilen setelah dipanen/dipetik. Akibatnya, buah jenis non-klimaterik mengalami proses pematangan dan kerusakan yang lebih lama.
Jenis buah klimaterik
Buah jenis klimaterik memiliki ciri utama yaitu umur simpannya yang pendek. Penyebabnya adalah produksi etilen yang dibebaskan pada waktu pematangan. Teman Sehat, yuk simak informasi di bawah agar kamu bisa membedakan buah klimaterik dan non klimaterik.
Contoh buah yang termasuk dalam buah klimaterik:
- mangga
- apel
- melon
- alpukat

Sedangkan buah yang termasuk dalam buah non klimaterik antara lain:
- jeruk
- lemon
- nanas
- leci
Selain kenaikan tingkat respirasi dan produksi etilen, ternyata suhu penyimpanan dan penanganan setelah panen juga berpengaruh terhadap kerusakan produk buah-buahan. Yuk, pelajari lebih lanjut tips dalam menyimpan buah klimaterik agar kerusakan dapat diperlambat!
Tips menyimpan buah klimaterik
Berikut tips untuk memperlambat proses pematangan jenis buah klimaterik:
- Simpan buah pada suhu dingin. Suhu dingin ternyata mampu memengaruhi kerja gas etilen dalam buah. Suhu dingin dapat memperlambat kerja etilen dan menghambat kerja enzim. Akibatnya, buah akan mengalami proses pematangan yang lebih lama.
- Hindari terjadinya kerusakan buah. Kerusakan yang terjadi pada kulit/bagian buah yang lainnya dapat mempercepat proses kerusakan pada buah karena bagian dalam buah yang terkena kontak dengan udara lingkungan.
- Menggunakan absorber. Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, kini Teman Sehat dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk memperlambat kerusakan pada buah. Contohnya adalah dengan menggunakan absorber. Absorber ini berfungsi sebagai penyerap gas etilen sehingga dapat menghambat proses pematangan buah.
Nah Teman Sehat, udah tahu kan ya apa itu buah klimaterik dan contoh-contohnya? Jangan lupa terapkan tips-tips di atas ya kalau Teman Sehat punya buah jenis ini di rumah!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz


Mengapa kerusakan pada kulit atau bagian lain buah dapat mempercepat proses kerusakan secara keseluruhan? regard Tel U