Benarkah Ada Kaitan Konsumsi Gula dan Depresi?

depresi, hubungan depresi dnegan gula
Foto: Pexels.com

Teman Sehat, ternyata makanan yang dikonsumsi bisa berkaitan loh, dengan suasana hati dan kesehatan mental. Misalnya, saat merasa lapar kamu cenderung memiliki emosi yang ngga terkontrol seperti mudah merasa kesal dan marah.

Tapi, saat sedang menimkati makanan lezat kamu bisa merasa sangat bahagia. Beberapa studi juga telah membuktikan adanya pengaruh konsumsi gula dengan depresi. Kok bisa ya? Yuk lihat penjelasannya!

Kaitan antara gula dan depresi

Beberapa dari Teman Sehat mungkin sudah sering mendengar bahwa makanan memiliki pengaruh pada kesehatan seseorang. Secara khusus makan terlalu banyak gula bisa meningkatkan risiko masalah penyakit kronis dan gangguan mood termasuk depresi.

Menurut salah satu penelitian di London, seseorang yang sering mengonsumsi makanan olahan seperti makanan manis, makanan yang digoreng, dan daging olahan lebih mungkin mengalami depresi daripada mereka yang mengonsumsi makanan utuh (whole food).

Jadi mulai sekarang usahakan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan utuh seperti buah, sayur, dan ikan ya! Ngga cuma mengurangi risiko depresi, makanan utuh juga baik untuk kesehatan jantung dan otak, serta membantu menangkal penyakit kronis.

Kecanduan gula bisa lebih dari kokain

Gula, gula menyebabkan peradangan
Foto: Pexels.com

Masa sih gula membuat kecanduan? Ternyata, hal tersebut sudah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Lenoir dkk. Jadi reseptor rasa manis yang ada di otak ngga bisa beradaptasi dengan kadar gula yang konstan dan tinggi.

Rasa manis yang intens bisa menstimulasi pusat otak terkait dengan reward yang mungkin lebih menyenangkan daripada saat mengonsumsi kokain. Meskipun penelitian ini baru dilakukan pada hewan dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efeknya pada manusia, bisa artikan bahwa mengonsumsi kadar gula tinggi bisa memberikan efek lebih kuat dari kokain.

Mekanisme pengendalian diri masih belum sebanding dengan pengaruh gula pada otak, sehingga membuat kamu ingin terus mengonsumsi makanan manis. Jika ingin menghentikannya, kamu bisa mengurangi jumlah gula dalam makanan harian dan mulai perbanyak konsumsi buah atau sayur yang kaya kandungan serat. Kalau keinginan mengonsumsi gula masih tetap muncul secara berlebihan, kamu bisa coba melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga. 

Gula menyebakan peradangan 

Banyak mengonsumsi buah dan sayur bisa mengurangi terjadinya peradangan di jaringan tubuh, sedangkan terlalu banyak konsumsi karbohidrat olahan dan gula tambahan bisa memberikan efek sebaliknya. 

Peradangan kronis dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, seperti gangguan metabolisme, kanker, dan asma. Bahkan menurut salah satu penelitian di tahun 2013, peradangan juga bisa dikaitkan dengan depresi loh!

Banyak gejala peradangan yang juga dialami oleh orang yang mengalami depresi, seperti kehilangan selera makan, perubahan pola tidur, dan timbulnya rasa nyeri. Itulah yang menjadi alasan mengapa depresi mungkin menjadi salah satu tanda terjadinya peradangan.

Ternyata banyak sekali faktor keterkaitan antara gula dan depresi ya, Teman Sehat! Bagaimana nih, pendapat kamu tentang pembahasan ini? Sangat menarik bukan? Masih banyak loh, fakta menarik tentang gula dan depresi lainnya. Jangan lupa tuliskan pendapat kamu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Akbarally TN, Brunner EJ, Ferriie JE, Marmot MG, Kivimaki M, dan Singh-Manoux A. 2009. Dietary pattern and depressive symptoms in middle age. The British Journal of Psychiatry 195, 408–413.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19880930/

Lenoir M, Serre F, Cantin L dan Ahmed SH. 2007. Intense Sweetness Surpasses Cocaine Reward. PLoS ONE 2(8): e698.
https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0000698

Almond M. 2013. Depression and inflammation: examining the link. Current Psychiatry. 12(6):24-32.
https://www.mdedge.com/psychiatry/article/76288/depression/depression-and-inflammation-examining-link?sso=true

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.