Teman Sehat, tahukah kamu? Menurut WHO (2020), masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies gigi, adalah penyakit yang dialami oleh hampir setengah populasi penduduk di dunia (3,5 milyar jiwa). Sementara itu, kanker mulut telah menjadi urutan ke-3 dari jenis kanker yang paling banyak diderita di beberapa negara Asia dan Pasifik. Apa sih penyebab kanker mulut? Bagaimana pula cara mencegahnya? Yuk, cari tahu lebih banyak di sini!
Apa itu kanker mulut?

Kanker mulut adalah kanker yang berkembang di salah satu bagian mulut (rongga mulut) kamu, termasuk bibir, gusi, lidah, lapisan dalam pipi, langit-langit mulut, dan rahang bawah (di bawah lidah). Kasus ini adalah salah satu dari beberapa jenis kanker yang dikelompokkan ke dalam kanker kepala dan leher. Oleh sebab itu, perawatannya pun sering dilakukan dengan cara yang sama.
Kanker mulut berawal dari sel di bibir atau mulut yang mengalami mutasi sel. DNA sel mengandung instruksi yang memberi tahu sel kamu apa yang harus dilakukannya. Jika sel mengalami mutasi DNA, maka instruksinya akan memberitahukan sel untuk terus-menerus tumbuh dan membelah. Akibatnya, terjadi pertumbuhan sel abnormal di mulut yang berkumpul membentuk kanker. Seiring berjalannya waktu, kanker pun bisa menyebar ke bagian dalam mulut, kepala, leher, atau bagian tubuh lainnya.
Penyebab dan faktor risikonya
Hingga saat ini, belum dapat dijelaskan secara pasti apa penyebab dari mutasi DNA sel yang menyebabkan kanker mulut. Namun, para ahli kesehatan telah mengidentifikasi berbagai faktor risiko terjadinya kanker mulut, seperti:
- Menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun, termasuk rokok, cerutu, dan tembakau kunyah.
- Pecandu alkohol berat.
- Paparan sinar matahari yang berlebihan ke bibir.
- Virus menular seksual yang disebut sebagai human papillomavirus (HPV).
- Kekebalan tubuh yang melemah.
Tanda dan gejala kanker mulut
Mouth Cancer Foundation menjelaskan beberapa gejala kanker mulut, seperti:
- Bisul atau bercak putih atau merah di sekitar mulut yang ngga kunjung sembuh dalam waktu 3 minggu.
- Benjolan atau bengkak di mulut, rahang, atau leher selama lebih dari 3 minggu.
- Sulit menelan, mengunyah, atau menggerakkan rahang atau pun lidah.
- Mati rasa di bagian lidah atau area mulut lainnya.
- Merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.
- Mengalami sakit tenggorokan kronis atau suara serak lebih dari 6 minggu.
- Gigi goyang tanpa sebab yang jelas.
5 Cara mencegah kanker mulut

Menurut Mayo Clinic, ngga ada cara yang terbukti untuk mencegah kanker mulut. Meski begitu, kamu bisa mengurangi risikonya dengan cara:
- Berhenti menggunakan tembakau atau jangan mulai menggunakannya. Yaps, ini karena menggunakan tembakau, baik yang dihisap atau dikunyah, bisa membuat sel di mulut kamu terpapar dengan bahan kimia berbahaya yang berpotensi menyebabkan kanker.
- Batasi, kalau bisa hindari, minum minuman beralkohol. Penggunaan alkohol berlebihan secara kronis dapat mengiritasi sel-sel di mulut, sehingga rentan terhadap kanker mulut.
- Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan ke bibir. Kamu bisa menggunakan topi bertepi lebar untuk menaungi seluruh wajah dari sinar matahari, termasuk mulut. Mengoleskan produk bibir yang mengandung tabir surya juga bagian dari rutinitas untuk melindungi bibir dari bahaya paparan sinar matahari.
- Melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dari virus menular seksual atau human papillomavirus (HPV).
- Bila perlu, kunjungi dokter gigi secara teratur untuk memeriksa seluruh mulut dan mencari area abnormal yang mungkin mengindikasikan kanker mulut.
Nah, Teman Sehat itulah penjelasan terkait kanker mulut dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Yuk, mulai dari sekarang, hilangkan kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi alkohol, karena dapat memicu kanker. Jangan lupa, jaga pola makan sehat, termasuk perbanyak makan sayur dan buah untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel. Stay healthy, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
