Wajibkah Puasa Ketika Hamil atau Menyusui?

Puasa Ramadhan merupakan puasa wajib bagi seorang Muslim, tapi ternyata ada rukhshoh (keringanan) bagi ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui), loh Teman Sehat! Bumil dan busui diperbolehkan ngga berpuasa bila khawatir dengan kondisi dirinya dan atau janinnya, dengan meng-qodho puasa dan atau membayar fidyah. Tapi sebelumnya sangat disarankan untuk mengkonsultasikan kondisi diri dan janinnya dengan dokter sebagai bahan pertimbangan.

Bagaimana pengaruh puasa terhadap kehamilan dan ASI?

bagaimana pengaruh puasa terhadap kondisi ibu hamil dan mnyusui
Foto: Unsplash.com

Hasil penelitian dalam jurnal BMC yang dilakukan terhadap 18.920 kehamilan dari 22 studi menunjukkan puasa Ramadhan ngga mempengaruhi berat badan lahir dan ngga berisiko terhadap kelahiran prematur.

Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa puasa Ramadhan ngga mempengaruhi kandungan zat gizi makro pada ASI, meskipun kandungan zink, kalium, dan magnesium dalam ASI lebih rendah ketika puasa Ramadhan.

Perbedaan kebutuhan zat gizi saat hamil dan menyusui 

Saat hamil dan menyusui, perbedaan kebutuhan zat gizi yang signifikan bertambah adalah protein, karbohidrat dan cairan. Tambahan kebutuhan protein bisa mencapai 30 g per hari, karbohidrat 55 g, dan cairan (khususnya saat fase ASI eksklusif) bertambah kebutuhannya hingga 800 ml (4 gelas).

Kebutuhan zat gizi mikro (vitamin A, B kompleks, vitamin C, zat besi, dan sebagainya) mengalami peningkatan saat hamil, dan umumnya menjadi lebih tinggi saat menyusui. Disarankan konsumsi suplemen khusus bumi/busui supaya kebutuhan zat gizi mikro tercukupi secara konsisten setiap harinya selama Ramadhan.

memnuhi kebutuhn gizi ibu hamil dan menyusui saat berpuasa
Foto; Unsplash.com

Bagaimana cara mencukupi kebutuhan gizi saat hamil dan menyusui ketika berpuasa?

Dengan kebutuhan protein total 90 gr dan karbohidrat total 415 g per hari, pola makan puasa berikut ini bisa memenuhi kebutuhan gizi bumil/busui selama Ramadhan.

Dimulai berbuka dengan 3 buah kurma, kemudian menu berbuka seperti kolak pisang-susu atau puding alpukat susu. Setelah itu dilanjutkan makan utama yang bisa dikonsumsi saat sebelum tarawih, setelah tarawih dan ketika sahur.

Porsi untuk satu kali makan sebaiknya terdiri dari:

  • 1,5 porsi nasi,
  • 1 porsi lauk protein hewani dengan 1 sdm kacang-kacangan (misal ayam rendang kacang merah),
  • 1 porsi lauk protein nabati,
  • 1 gelas sayuran berkuah dengan 1 sdm kacang-kacangan (misal kacang polong), dan
  • 2 porsi buah (dalam bentuk segar ataupun olahan seperti sop buah untuk memenuhi kebutuhan cairan). Kamu juga bisa mengonsumsi yogurt sebelum tidur.

Penuhi kebutuhan cairan bumil/busui saat puasa  

cara memenuhi kebutuhan cairan harian bagi ibu hamil dan menyusui
Foto: Pexels.com

Paling sedikit minum 12 gelas air, dengan cara dibuat merata jumlahnya dalam rentang waktu antara maghrib hingga imsak. Lalu kebutuhan cairan tambahan sebanyak 4 gelas diperoleh dari kuah sayuran setiap kali makan dan ketika makan buah.

Ngga hanya makanan, faktor stres juga bisa mempengaruhi kondisi janin dan kualitas ASI, loh! Jadi kamu juga bisa menggunakan kesempatan ini untuk memberbanyak ibadah supaya jiwa menjadi lebih tenang.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Glazier, J.D., Hayes, D.J.L., Hussain, S. et al. (2018). The effect of Ramadan fasting during pregnancy on perinatal outcomes: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy Childbirth 18, 421. https://doi.org/10.1186/s12884-018-2048-y

Rakicioğlu, N., Samur, G., Topçu, A., & Topçu, A. A. (2006). The effect of Ramadan on maternal nutrition and composition of breast milk. Pediatrics international: official journal of the Japan Pediatric Society48(3), 278–283. https://doi.org/10.1111/j.1442-200X.2006.02204.x

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.