Sahabat Sehat pasti sudah ngga asing lagi dengan ghee. Pasalnya, pangan yang berasal dari India ini kerap dijadikan pengganti minyak dalam berbagai resep makanan pendamping ASI (MP-ASI) dikarenakan klaimnya yang konon lebih sehat. Tapi apakah benar? Yuk, simak penjelasan berikut!
Apa itu ghee?
Ghee merupakan lemak hasil olahan susu, krim, atau butter yang telah dimurnikan yang disebut juga sebagai minyak samin. Biasanya ghee terbuat dari susu, krim, atau butter yang bersumber dari sapi atau kerbau. Dibuat melalui proses pemurnian dan pengeringan dengan panas yang membuatnya kehilangan sebagian besar air dan padatan non-lemak sehingga memiliki tekstur fisik yang khas.
Ghee memiliki banyak kegunaan dalam dunia kuliner, seperti digunakan sebagai medium memasak atau menggoreng, dressing berbagai makanan, dan campuran MP-ASI. Bahkan juga bisa dijadikan campuran minuman seperti kopi, loh!

Kandungan gizi ghee
Sahabat Sehat, ghee merupakan pangan padat energi. Bisa dikatakan pula sebagai sumber lemak karena mengandung asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid atau SCFA), vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, dan K), dan asam lemak esensial (asam linolenat dan asam arakidonat).
Selain itu, ghee juga tersusun dari asam lemak, lemak jenuh, lemak jenuh tunggal, lemak jenuh ganda, lemak trans, asam lemak omega, asam lemak rantai sedang (medium chain fatty acid atau MCFA), kolesterol, dan vitamin B. Zat gizi lain seperti asam lemak terkonjugasi (conjugated linoleic acid atau CLA), sphingomyelin, fosfolipid, digliserida, dan trigliserida juga terkandung dalam ghee.
Keunggulannya
Sahabat Sehat, ghee memilki berbagai keunggulan:
- Aman bagi anak dengan intoleransi laktosa atau kasein
Meskipun terbuat dari susu, proses penghilangan padatan non-lemak yang dilakukan membuat ghee dapat dikonsumsi oleh anak dengan intoleransi laktosa atau kasein. - Lebih mudah dicerna tubuh
Jika dibandingkan dengan sumber lemak nabati atau hewani lain, ghee yang terbuat dari sapi diketahui dapat dicerna hingga 96%. Hal ini berkat asam lemak rantai pendek dan sedang di dalamnya, sehingga lebih mudah untuk diserap dibandingkan sumber lemak kaya asam lemak rantai panjang. - Baik bagi saluran cerna
Asam lemak rantai pendek berupa asam butirat dalam ghee bisa dimanfaatkan oleh bakteri baik dalam usus. Asam butirat tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi, pendukung dinding usus, dan pendukung produksi sel imun dalam saluran cerna. - Berpotensi meringankan epilepsi pada anak
Vitamin A dan vitamin E dalam ghee merupakan antioksidan yang mampu mencegah kerusakan oksidatif pada tubuh dan otak yang dapat memicu kejadian kejang pada anak dengan epilepsi.

Haruskah MP-ASI menggunakan ghee?
Meski ghee kaya akan kandungan gizi tertentu dan memiliki berbagai keunggulan, ksmu ngga diharuskan mengganti minyak dengan ghee saat membuat MP-ASI. Ghee hanyalah satu dari berbagai sumber lemak yang mampu membantu memenuhi kebutuhan energi bayi dan balita. Sahabat Sehat bisa tetap menggunakan pangan lainnya yang lebih mudah dijumpai dan terjangkau, seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan santan.
Setelah mengetahui informasi ini, Sahabat Sehat ngga perlu khawatir ya kalau MP-ASI yang dibuat ngga mengandung ghee. Sumber lemak apapun boleh digunakan asalkan kebutuhan energi harian bayi dan balita dari lemak sebesar 30-45% terpenuhi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
