Trend ‘No Shampoo’, Back to Nature

trend no shampoo
Foto: Freepik.com

Gaya hidup ‘less is more’ mulai dari back to nature, rumah minimalis, hingga clean eating menjadi tren populer belakangan ini.  Trend ‘no shampoo’ muncul sebagai upaya mendukung sustainable living. Apa sih sebenarnya yang membuat banyak orang ingin memulai tren no shampoo?

Mengistirahatkan rambut

Trend ‘no shampoo’ diawali dengan argumen bahwa kandungan bahan detergen dalam sampo membawa efek negatif. Diantaranya menghilangkan minyak alami rambut, rambut bercabang dan kulit kepala berminyak. Detergent free, mengembalikan keseimbangan rambut dan membiarkan tumbuh subur dengan sendirinya. Selain itu, beberapa formulasi sampo dianggap menyebabkan produksi minyak berlebih sehingga kulit kelapa menjadi berminyak.

Minyak alami rambut itu baik

Sebagian orang sering mencuci rambut untuk menghindari perasaan berminyak. Dr. Michele Farber, dokter kulit di Schweiger Dermatology di New York menyatakan bahwa rambut secara alami memiliki minyak karena ada kelenjar sebaceous di sekitar setiap folikel atau tempat rumbuhnya rambut di kulit kepala.

Kelenjar ini menghasilkan minyak untuk membantu melindungi rambu. Minyak ini merupakan proteksi terhadap lingkungan luar dan membantu melembabkan rambut serta memberikan perlindungan antibakteri. Mencuci rambut terlalu sering menyebabkan rambut kering. Selain itu, dapat mengiritasi kutikula di sekitar rambut dan mengganggu mikrobioma kulit kepala, bahkan memungkinkan peradangan.

trend no shampoo
Foto: Freepik.com

Bagaimana memulai rutinitas no shampoo?

Ingin mengetahui apakah rutinitas tanpa sampo tepat untuk Sahabat Sehat? Pertama, pertimbangkan rutinitas kecantikan dan kecocokan, cobalah trial-and-error untuk mengetahui bagaimana efek tak menggunakan saampo selama kurun waktu tertentu. Dr. Francesca Fuso, seorang dermatologis di Wexler Dermatology New York menerangkan bahwa “Kelenjar minyak berada di bawah kendali hormonal dan tergantung pada keseimbangan hormon pada masing-masing orang, mereka bisa saja mengalami kelebihan produksi minyak,”

“Masalah, seperti ketombe, terjadi ketika produksi minyak berlebih bercampur dengan penumpukan kulit mati di kulit kepala.” Dr. Fusco merekomendasikan untuk menemukan produk atau metode yang ngga hanya membersihkan kulit kepala, tetapi juga menghilangkan kulit mati dan minyak permukaan.

Nah, Sahabat Sehat tertarik untuk mencobanya? Perlu digarisbawahi bahwa no shampoo bukan serta merta membiarkan rambut tak terurus. No shampoo berarti beralih pada bahan yang lebih ramah lingkungan dan menyehatkan rambut.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Anonim. 2021. 10 Shampoo Alternatives You can Find Right in Your Pantry. https://brightside.me/inspiration-tips-and-tricks/10-shampoo-alternatives-you-can-find-right-in-your-pantry-798725/. Diakses 24 November 2021.

Haw, H. 2017. Not shampooing your hair is a thing ?! We give you the lowdown to this trend that sounds so disgusting at first. https://dailyvanity.sg/beauty-tips/no-shampoo-trend/. Diakses 24 Desember 2021.

Hughes, S. 2014. Is it really healthier to live without shampoo?. https://www.theguardian.com/fashion/shortcuts/2014/aug/13/no-shampoo-poo-movement-happy-hair-book. Diakses 24 Desember 2021.

Nicole. 2020. Swap Update: The ‘No Shampoo’ Trend. https://sustenance-and-sustainability.com/2020/05/16/swap-update-the-no-shampoo-trend/. Diakses 24 Desember 2021.

Purba, G. 2019. Menarik, Trend ‘No-Shampoo’ Routine Ini Harus Kamu Coba!. https://www.beautynesia.id/berita-travel/menarik-trend-no-shampoo-routine-ini-harus-kamu-coba/b-113828. Diakses 24 Desember 2021.

Wee, AL. 2019. What’s a “No Shampoo” Routine? Everything You Need to Know About the Latest Hair Trend. https://www.marthastewart.com/1539614/no-shampoo-haircare-routine-explained. Diakses 24 Desember 2021.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.