Inilah 7 Bahan Makanan yang Mudah Ditanam Sendiri

Berkebun bahan makanan seperti sayur dan bumbu dapur di rumah, merupakan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisis waktu senggang. Bukan cuma itu, hasilnya juga bisa langsung kamu olah untuk dikonsumsi. Kira-kira, apa saja tanaman yang mudah untuk ditananam? Yuk, simak informasi berikut!

Cabai

Cabai merupakan salah satu tanaman yang mudah ditanam, baik di pekarangan rumah ataupun menggunakan polybag. Cukup dengan merendam biji cabai selama 3 jam dalam air hangat, kamu sudah bisa langsung menanamnya pada media tanam yang telah dicampur dengan pupuk. Kemudian letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Cabai ternyata juga punya kandungan antioksidan yang tinggi loh! Di dalam cabai terdapat kandungan capsaicinoid, polifenolflavonoid, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1.

Selada

Selada memiliki kandungan zat gizi yang cukup lengkap, mulai dari serat, zat besi, folat hingga vitamin C. Sebuah penelitian di Amerika Serikat, menunjukan bahwa selada memiliki kemampuan anti-inflammatory (mengurangi peradangan), mengatasi diabetes dan penurun kolesterol.

Menanam selada ternyata tergolong mudah, cukup dengan polybag yang telah diberi media tanam dalam kondisi basah. Benih selada selanjutnya ditanam satu persatu dalam polybag dan tunggu hingga berkecambah. Biasanya, benih selada bisa dipindah tanam 25-30 hari setelahnya.

Wortel

berkebun bahan makanan
Foto: Pexels.com/@mali

Wortel bisa ditanam kembali dengan memotong bagian paling atasnya dan letakkan dalam wadah yang berisi air. Ketika sudah tumbuh tunas dan daun, tanaman bisa dipindahkan ke dalam polybag ataupun pot.

Wortel merupakan sumber provitamin-A karena memiliki kandungan α- dan β-karoten yang tinggi. Bukan cuma itu, kombinasi unik dari tiga jenis flavonoid (kaempferol, quercetin dan luteolin) bisa berperan sebagai antioksidan dan antikarsinogen, serta meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Daun Bawang

Yap, tanaman yang satu ini memang sudah dikenal memiliki banyak manfaat. Seperti bersifat antimikroba, bisa mencegah tumor, kanker, radang sendi, diabetes hingga mencegah terjadinya penggumpalan darah yang bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Cara menanamnya sangat mudah, setelah digunakan daunnya sisakan bagian akar daun bawang dan letakkan dalam wadah berisi air. Simpan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan setelah akarnya mulai tumbuh, kamu bisa memindahkannya ke dalam pot dan membiarkannya tumbuh dengan subur.

Pakcoy

bok choy
Foto: Unsplash.com/@davidtoddmccarty

Pakcoy (bok choy) atau yang sering dikenal sebagai sayuran sawi sendok mengandung  mineral, serat, serta vitamin C dan E. Sayuran ini juga mengandung karotenoid, antosianin, flaovonoid, terpen, serta beberapa enzim antioksidan seperti katalase dan superoksida dismutase (SOD) yang bisa menurunkan resiko penyakit degeneratif.

Adapun cara menanam pakcoy, yaitu dengan memotong bagian paling bawahnya dan rendam dalam wadah berisi air. Setelah bagian tengah mulai tumbuh daun, bisa langsung dipindahkan ke dalam pot. Sangat mudah ya!

Jahe

Jahe merupakan sumber dari berbagai komponen aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingbain. jahe juga memiliki banyak manfaat seperti mencegah obesitas, diabetes, kanker, radang kronis, penyakit degeneratif, penurunan HDL, hipertensi dan gangguan toleransi glukosa.

Akar atau rimpang jahe juga sangat mudah tumbuh, caranya dengan menanam rimpang jahe dengan posisi kuncup menghadap ke atas. Kamu bisa menanamnya dalam pot atau polybag, kemudian tunggu hingga tumbuh tunas dan akar yang baru.

Seledri

Di dalam seledri juga terdapat zat seperti ftalid, kumarin dan apigenin yang baik untuk kesehatan loh! Salah satu cara menanam daun seledri, yaitu dengan mengambil bagian pangkalnya dan letakkan di wadah berisi air di tempat yang terkena sinar matahari. Setelah daunnya tumbuh, bisa dipindahkan ke media tanam dalam pot atau polybag.

Jadi, tanaman apa yang menjadi pilihan Teman Sehat? Jangan lupa, pastikan kamu merawat tanamanmu dengan baik ya!

Editor & Proooreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kusnadi , J., Andayani, D.W., Zubaidah, E., Arumingtyas, E.L. 2019. Ekstraksi Senyawa Bioaktif Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Menggunakan Metode Ekstraksi Gelombang Ultrasonik. Jurnal Teknologi Pertanian, 20(2): 79-84.

Kim, M. J., Moon, Y., Tou, J., Mou, B., & Waterland, N. 2016. Nutritional Value, Bioactive Compounds and Health Benefits of Lettuce (Lactuca sativa L.). Journal of Food Composition and Analysis. In Press. 10.1016/j.jfca.2016.03.004.

Dias, J.C.S. 2014. Nutritional and Health Benefits of Carrots and Their Seed Extracts. Food and Nutrition Sciences. 05: 2147-2156. 10.4236/fns.2014.522227.

Upadhyay, R.K. 2017. Nutritional and Therapeutic Potential of Allium Vegetables. Journal of Nutritional Therapeutics. 6 (1): 18-37. 10.6000/1929-5634.2017.06.01.3.

Sanlier, N. & Guler, S.M. 2018. The Benefits of Brassica Vegetables on Human Health. Journal of Human Health Research, 1(1): 1-13.

Shoaib, M., Shehzad, A., Butt, M.S., Saeed, M., Raza, H., Niazi, S., & Khan, Imran M.K. & Shakeel, A. 2016. An Overview: Ginger, A Tremendous Herb. Journal of Global Innovations in Agricultural and Social Sciences ). 4(4): 172-187. 10.22194/JGIASS/4.4.766.

Syahidah, F. & Sulistiyaningsih, R. 2019. Potensi Seledri (Apium graveolens) Untuk Pengobatan : Review Article. Farmaka Suplemen 16 (1): 55-62.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.