Tahun 2007, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mencanangkan suatu kebijakan mengenai akses umum pemberian fluorida untuk mencegah gigi berlubang sebagai bagian dari hak kesehatan dasar manusia. Penggunaan fluorida dalam meningkatkan kesehatan mulut telah lama dikenal dengan beragam bukti ilmiah. Pasti Sahabat Sehat juga sudah sering mendengarnya, kan?
Para ahli meyakini bahwa penggunaan fluorida merupakan cara terbaik untuk mencegah gigi berlubang. Hal ini didukung juga oleh berbagai penelitian yang melaporkan bahwa mineral ini mampu menghentikan kerusakan gigi pada tahap awal.

Fluorida dalam menjaga kesehatan gigi
Fluorida merupakan mineral yang terdapat dalam tulang dan gigi. Selain itu, senyawa alami ini berasal dari bebatuan, udara, tanah, tanaman, dan air. Kandungannya banyak ditemukan pada produk makanan (daging, telur, teh), tanaman, pasta gigi, obat kumur hingga suplemen.
Biasanya, fluorida digunakan dalam bidang kesehatan gigi melalui efek anti karies dan perannya dalam memperkuat email gigi. Menyikat gigi dengan bantuan pasta gigi yang mengandung fluorida atau berkumur dengan fluoridasi air ternyata memberikan efek perlindungan terhadap gigi.
Senyawa ini beraksi secara langsung pada fase mineral email atau lapisan terluar gigi. Membuat email gigi lebih tahan terhadap asam dan bakteri sehingga memperlambat terjadinya pembusukan. Oleh karenanya, fluorida bisa diberikan pada anak yang berusia di bawah 6 tahun.
Apa keuntungan menggunakannya?
Fluorida dilaporkan memiliki efek menguntungkan untuk kesehatan gigi, yakni (1) membentuk kembali atau remineralisasi email gigi yang terkikis; (2) memperlambat hilangnya mineral dari email gigi; (3) mengembalikan tanda awal kerusakan gigi; dan (4) mencegah pertumbuhan bakteri mulut yang bersifat patogen.
Risiko efek samping fluorida
Fluorida dikenal sebagai senyawa alami, namun efek samping juga bisa muncul akibat penggunaannya dalam konsentrasi atau dosis yang besar. Nah, adapun risiko yang bisa terjadi, yakni terjadinya fluorasis gigi dan rangka.

Fluorosis gigi, ditandai dengan bintik putih pada permukaan gigi. Kejadian ini biasanya dialami oleh anak yang berusia di bawah 8 tahun yang memiliki gigi permanen yang masih tumbuh. Terlalu banyak menggunakan fluorida saat gigi masih terbetuk di bawah gusi juga penyebab fluorosis gigi. Pencegahan yang bisa dilakukan, yakni dengan mengawasi anak ketika menggosok gigi dan memastikan takaran pasta gigi sesuai usianya.
Fluorosis rangka, melibatkan tulang bukan gigi. Gejala awal yang dijumpai adalah nyeri sendi dan rasa kaku dan seriring berjalannya waktu bisa mengubah struktur tulang dan pengapuran ligamen. Kondisi ini terjadi akibat seringnya meminum air yang mengandung fluorida dalam jumlah banyak.
Sahabat Sehat, fungsi fluorida dalam memperkuat email gigi dan mencegah gigi berlubang bisa digunakan sesuai takaran yang direkomendasikan oleh WHO. Penggunaan secara tepat memberikan manfaat lebih besar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat meminimalisir risiko potensial efek samping.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
