Ragam Jenis Vaksin yang Penting Diketahui!

Halo Sahabat Sehat! Sejak lahir hingga dewasa, seseorang direkomendasikan untuk bisa mendapatkan vaksinasi secara lengkap. Di Indonesia tentunya sudah ada panduan imunisasi yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan. Berbagai jenjang program ini digagas sebagai upaya pencegahan terjangkitnya penyakit berbahaya dan mengancam jiwa.

Sistem kekebalan tubuh bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi kuman patogen. Namun, tiap penyakit infeksi memiliki risiko kematian dan daya tular yang berbeda. Oleh karenanya, diperlukan metode lain untuk menunjang pembentukan imunitas tubuh yang lebih kuat melalui vaksin.

mengenal ragam jenis vaksin
Foto: Pexels.com

Vaksin diberikan pada beragam tahapan usia. Setiap jenis vaksin memiliki mekanisme dan target kerja yang berbeda-beda. Sering kali, antara jenis vaksin yang berbeda ngga bisa diberikan secara bersamaan dan membutuhkan jarak waktu tertentu supaya efektivitas vaksin maksimal. Nah, mengapa bisa seperti itu?

Mengenal jenis vaksin

Para peneliti menyebutkan bahwa pengembangan vaksin dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu komponen vaksin apakah menggunakan seluruh bagian, sebagian atau hanya materi genetik dari virus atau bakteri. Prinsip utama adalah vaksin bisa menghasilkan respon imun yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi.

Pertama, vaksin yang menggunakan seluruh bagian mikroba terbagi menjadi vaksin ngga aktif yang dibuat dengan cara menonaktifkan atau membunuh kuman dengan bantuan bahan kimia, panas, atau radiasi, contohnya vaksin polio dan influenza; vaksin yang mengandung virus hidup yang dilemahkan misalnya vaksin campak, gondok dan rubella (MMR) dan cacar air, vaksin ini sangat mirip dengan infeksi alami, sehingga respon imun yang muncul pun kuat dan tahan lama; vaksin vektor virus, menggunakan virus yang aman untuk mengirimkan sub bagian (protein) yang spesifik terhadap mikroba yang diinginkan untuk merangsang respon imun, contohnya vaksin ebola.

Kedua, jenis vaksin yang hanya menggunakan bagian spesifik dari mikroba, yaitu protein atau gula. Sebagian besar vaksin sub unit ini diberikan untuk anak-anak. Vaksin ini membutuhkan dosis lanjutan (booster) untuk mendapatkan pelindungan berkelanjutan. Contohnya untuk melindungi dari penyakit tetanus, difteri, dan meningitis.

Ketiga, vaksin yang memanfaatkan materi gen, yaitu asam nukleat yang memberikan perintah (DNA dan RNA) untuk membuat protein tertentu, bukan seluruh mikroba. Vaksin asam nukleat akan memberikan insruksi spesifik terhadap sel dalam tubuh kamu untuk membuat protein yang diinginkan bagi sistem imunitas tubuh.

ragam jenis vaksin
Foto: Pexels.com

Bagaimana prinsip penggunaan vaksin?

Rentang waktu pemberian dan waktu pemberiannya itu sendiri merupakan faktor yang esensial bagi pembentukan daya tahan tubuh. Berdasarkan jenis vaksinnya, ada beberapa vaksin yang bisa diberikan secara bersamaan dalam bentuk kombinasi, yakni vaksin DTP (difteri, tetanus, pertussis), MMR, dan Hib-Hepatitis B.

Sedangkan untuk jenis vaksin yang perlu diberikan jeda waktu pemberian yaitu vaksin live attenuated (kuman hidup yang dilemahkan). Vaksin ini ngga disarankan untuk diberikan secacar bersamaan, dan butuh jeda sekitar 4 minggu untuk dosis berikutnya. Selain itu, pada kondisi kelainan asplenia, vaksin PCV13 dan meningococcal merk tertentu ngga boleh diberikan bersama dan butuh waktu 4 minggu.

Sahabat Sehat, jadwal vaksinasi sebaiknya mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh badan kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. Mencegah datangnya penyakit itu lebih baik daripada mengobati. Jangan lupa vaksinasi ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Kemkes. 2021. Jenis vaksin. https://bblksurabaya.id/artikel/jenis-vaksin. Diakses 17 Juli 2022

HHS. Vaccine types. https://www.hhs.gov/immunization/basics/types/index.html. Diakses 17 Juli 2022

University of oxford. Types of vaccine. https://vk.ovg.ox.ac.uk/vk/types-of-vaccine. Diakses 17 Juli 2022

IMAC. Types og vaccines. https://www.immune.org.nz/vaccines/vaccine-development/types-vaccines. Diakses 17 Juli 2022

Alodokter. 2020. Vaksin apa saja yang pemberiannya tidak bisa digabung?. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-saja-jenis-vaksin-untuk-bayi-yang-tidak-bisa-diberikan. Diakses 17 Juli 2022

CDC. Vaksin pertama bagi bayi anda. https://www.immunize.org/vis/in_multi.pdf. Diakses 17 Juli 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.