Cacar dan Campak, Apa Perbedaan dan Persamaannya?

Halo Teman Sehat! Cacar dan campak adalah penyakit musiman yang sering banget terjadi pada anak-anak. Ibarat kata, kalau ada satu anak yang kena penyakit ini maka mudah banget menular ke anak-anak lainnya. Tapi, masih banyak loh yang susah membedakan antara cacar dan campak. Yuk cari tahu!

Virus Penyebab

Cacar atau yang dalam bahasa Inggris disebut smallpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus variola. Kabar baiknya, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa virus ini sudah berhasil dieradikasi di tahun 1980 sebagai keberhasilan program imunisasi secara global. Terus kok masih ada yang kena cacar? Penyakit cacar yang masih terjadi adalah cacar air atau chicken pox yang disebabkan oleh virus Varicella zoster.

Sedangkan campak yang dalam bahasa Inggris disebut measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak (paramiksovirus). Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi anak-anak di seluruh dunia, meskipun vaksinnya udah banyak tersedia. Di tahun 2016 tercatat 89.780 kematian secara global akibat campak. Meskipun masih tinggi, angka ini udah mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ciri-ciri dan Gejala

Kalau Teman Sehat menemukan gelembung-gelembung berisi air yang menyebar diseluruh tubuh, maka itu adalah cacar air. Cacar air muncul 10-21 hari setelah terinfeksi virus dan biasaya berlangsung 5-10 hari. Benjolan-benjolan berwarna merah mudah ini rentang banget pecah, dan jika pecah, proses penyembuhannya akan lebih lama. Nah, secara bertahap benjolan tersebut akan mengecil, mengkerut, menghitam, dan kemudia sembuh dengan sendirinya. So, pastikan si kecil berpakaian cukup longgar untuk mencegah pecahnya benjolan dan mempercepat proses penyembuhan.

Lain halnya dengan cacar air, campak muncul 10-14 hari setelah terinfeksi virus dan menunjukan gelembung-gelembung yang berisi cairan putih pada kulit. Hal ini disertai dengan gejala lainnya seperti batuk kering, hidung berair, dan mata meradang.

Gimana cara menghilangkan bekasnya?

Baik cacar maupun campak, bekasnya pasti ganggu banget kan? Nah, selain menggunakan obat, ada beberapa cara alami yang bisa Teman Sehat terapkan untuk menghilangkan bekas cacar maupun campak.

  • Lidah buaya: selain bagus untuk rambut, tanaman bernama latin Aloe vera ini juga bisa menghilangkan bekas-bekas yang menggangu pada kulit. Cukup oleskan gel lidah buaya pada kulit layaknya masker dan bekas campak/cacar/jerawat akan berangsur-angsur memudar.
  • Madu: dengan mengoleskan madu secara rutin pada bekas cacar/campak segala macam noda atau bekas pada kulit bisa hilang. Ngga heran kalau madu sering menjadi bahan utama berbagai macam produk kosmetik.
  • Kulit pisang: kalau Teman Sehat makan pisang, jangan buru-buru buang kulitnya ya! Kulit pisang juga diketahui memiliki manfaat menghilangkan noda dan bekas cacar/campak/jerawat pada kulit.
  • Oatmeal: makanan yang satu ini memiliki kandungan anti-peradangan dan antioksidan. Cukup campurkan oatmeal dengan air panas, lalu oleskan ke bekas cacar dan tunggu ±10 menit.

Nah, udah tau kan beda cacar dan campak? Teman Sehat juga bisa coba tips-tips menghilangkan bekas cacar dan campak di atas. Kalau punya tips lainnya, boleh banget di share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *