
Halo Sahabat Sehat! Dalam kehidupan sehari-hari, paru-paru manusia membutuhkan oksigen untuk bisa menjalankan berbagai fungsinya dalam tubuh. Yap, oksigen inilah yang merupakan gas penghasil energi bagi tubuh manusia hingga ke tingkat sel.
Peran lainnya yakni memperbaiki sel yang rusak, menutrisi otak, mengeluarkan racun, mengolah makanan, dan menggerakkan otot dan lainnya. Tubuh manusia bisa menyimpan makanan dan air, namun hal ini ngga berlaku untuk oksigen. Oleh karenanya, seseorang butuh menghirup oksigen setiap waktu supaya tetap hidup.
Lantas, darimana oksigen itu berasal? Hutan menyumbang sekitar sepertiga oksigen bumi, namun sebagian besar sekitar 70% oksigen yang ada di atmosfer berasal dari tumbuhan laut. Laut menghasilkan oksigen melalui tumbuhan yang ada di dalamnya, yaitu fitoplankton. Apakah itu?
Mengenal fitoplankton
Fitoplankton adalah organisme air yang berasal dari sisa tanaman, seperti alga atau ganggang. Mahkluk air berukuran kecil ini bisa melakukan proses fotosintesis, yakni menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen.
Ukurannya yang kecil ngga menghalangi kontribusinya yang besar dalam melepaskan oksigen ke atmosfer, loh. Sekitar 50-85% oksigen yang terdapat di bumi ini dihasilkan dari fitoplankton. Sedangkan sumber penghasil oksigen lainnya, seperti tumbuhan (pepohonan) hanya menyumbang kurang lebih 20%.
Fitoplankton hidup dalam zona pelagik atau bagian atas permukaan samudra, pesisir pantai, dan air tawar serta semua lapisan perairan yang mengandung garam mineral dan sinar matahari yang cukup. Meskipun tak kasat mata, organisme kecil ini bisa dilihat menggunakan bantuan mikroskop.

Indonesia sebagai negara kelautan
Mengingat sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia merupakan perairan, maka jumlah populasi fitoplankton tentu cukup banyak ditemukan. Namun, keseimbangan organisme berukuran kecil ini begitu dinamis, bisa bertambah atau berkurang.
Beragam faktor musiman berpengaruh terhadap pertumbuhan fitoplankton, yakni nutrisi air, suhu, dan cahaya. Contohnya, organisme tersebut bisa berkembang pesat saat memasuki musim semi, dimana ketersediaan nutrisi dan cahaya matahari memadai.
Selain itu, kamu juga bisa melindungi plankton melalui cara mengurangi polusi, mengelola limbah rumahan dengan benar dan menghentikan penangkapan satwa laut secara berlebihan. Oleh karenanya, diperlukan peran aktif baik dari pemerintahan maupun masyarakat untuk turut serta menjaga dan melestarikan keberagaman sumber penghasil oksigen di bumi ini.
Sahabat Sehat, fitoplankton memang berukuran kecil, namun perlu diingat bahwa organisme ini sangat dibutuhkan di laut dan bagian planet lainnya untuk bisa bertahan hidup.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
