Yersinia, Si Bakteri Patogen Tahan Suhu Dingin

Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa terkadang penyimpanan dingin masih belum bisa memastikan terbebas dari bakteri. Bakteri Yersinia dikenal sebagai salah satu patogen yang mampu bertahan di suhu dingin. Yuk, kenalan dengan Yersinia supaya kamu bisa melakukan upaya preventif terhadap yersiniosis.

Apa itu Yersinia?

Genus Yersinia memiliki 11 spesies dan 4 diantaranya adalah patogen, tetapi hanya Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberkulosis yang menyebabkan gastroenteritis. Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberculosis berbentuk batang dan merupakan gram-negatif bakteri.

bakteri yersinia
Foto: CDC

Y. enterocolitica bersifat psikrotrofik atau dapat tumbuh dengan baik pada suhu rendah dan memiliki kemampuan untuk tumbuh pada suhu di bawah 4°C. Bakteri ini tahan terhadap pembekuan dan mampu bertahan hidup pada makanan beku dalam periode yang lama. Y. enterocolitica memiliki kemampuan bertahan lebih baik pada makanan yang disimpan pada suhu refrigerasi dan suhu ruang dibanding pada suhu menengah. Memiliki tingkat ketahanan hidup lebih lama pada makanan yang dimasak dibanding pada makanan segar, dikarenakan peningkatan ketersediaan zat gizi.

Kontaminasi Yersinia pada Pangan

Y. enterocolitica dapat tumbuh dengan mudah pada suhu pendinginan dalam daging kemasan vakum, telur rebus, ikan rebus, telur cair pasteurisasi, susu murni, keju cottage, dan tahu. Pertumbuhan mikroba juga terjadi pada seafood, seperti tiram dan udang mentah yang disimpan pada suhu dingin, serta daging kepiting masak dan daging babi mentah atau setengah matang. Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberculosis dapat tumbuh pada kisaran pH 4-10 dan tolerir terhadap kondisi asam.

Transmisi ke Tubuh

Sebagai patogen zoonosis, Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberculosis memasuki saluran pencernaan setelah menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Asam lambung menjadi penghalang yang signifikan terhadap infeksi. Kemungkinan lain adalah adanya kontak dengan hewan yang terinfeksi atau kotorannya. Infeksi akibat bakteri Yersinia atau yang juga disebut sebagai yersiniosis, dapat ditularkan dari tangan yang terkontaminasi ke dalam mulut. Misalnya, jika orang yang terinfeksi ngga mencuci tangan dengan benar setelah buang air besar dan mencemari barang yang dipegang sebelum menyentuh mulut atau makanan.

yersinia penyebab keracunan
Foto: Pexels.com

Tanda Gejala Keracunan 

Gejala yersiniosis tergantung pada usia orang yang terinfeksi. Gejala umum pada anak-anak adalah demam, sakit perut, dan diare berdarah. Gejala biasanya berkembang 4 – 7 hari setelah terpapar dan dapat berlangsung 1 – 3 minggu atau lebih lama. Pada anak remaja dan orang dewasa, nyeri perut sisi kanan dan demam mungkin merupakan gejala yang dominan sehingga seringkali dikira menderita radang usus buntu.

Yersiniosis biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan antibiotik. Namun, antibiotik juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang lebih parah. CDC memperkirakan bahwa infeksi Yersinia enterocolitica menyebabkan hampir 117.000 penyakit, 640 rawat inap, dan 35 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Pencegahan Kontaminasi Yersinia

Guna melindungi diri kamu dari Yersinia, ikuti tips keamanan pangan dasar.  Pastikan menjaga kebersihan, mencuci buah dan sayuran mentah, cuci benda-benda yang mengalami kontak dengan bahan mentah. Memasak makanan dengan benar dan memisahkannya dari makanan mentah, menyimpan makanan dalam lemari es pada suhu 4oC atau lebih rendah. Selalu pastikan mengonsumsi susu pasteurisasi dan produk turunannya, hindari produk buatan dari susu mentah.

Nah, Sahabat Sehat, sekarang lebih waspada dan perhatian ya dalam menyimpan makanan pada suhu dingin. Semoga informasi ini bermanfaat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

CDC. 2022. Yersinia enterocolitica (Yersiniosis)https://www.cdc.gov/yersinia/faq.html. Diakses 16 Juli 2022.

FDA. 2022. Safe Food Handling. https://www.fda.gov/food/buy-store-serve-safe-food/safe-food-handling. Diakses 16 Juli 2022.

____. 2022. What You Need to Know about Foodborne Illnesses. https://www.fda.gov/food/consumers/what-you-need-know-about-foodborne-illnesses. Diakses 16 Juli 2022.

Robins-Browne, R. 2007. Food Microbiology: Fundamentals and Frontiers, 3rd ed. American Society for Microbiology Press, Washington, D. C.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.