Gemar Selfie? Waspada Alami Selfie-liking

Hai Sahabat Sehat! Siapa nih yang hobi banget foto selfie? Di zaman yang semakin canggih ini teknologi kamera pada smartphone juga semakin bagus. Ditambah lagi adanya aplikasi yang menawarkan berbagai filter lucu. Hal ini membuat banyak orang semakin suka untuk mempotret dirinya.

Terkadang karena terlalu asik mengambil swafoto, tidak terasa memakan waktu berjam-jam. Fenomena ini disebut dengan selfie-liking. Seperti apakah selfie-liking itu dan bagaimana pandangan terhadap fenomena ini jika ditilik melalui dunia psikologi? Sahabat Sehat yuk simak penjelasannya di bawah ini!

gemar melakukan selfie
Foto: Pexels.com

Selfie-liking

Selfie atau swafoto adalah kegiatan mengambil potret diri menggunakan kamera digital atau kamera ponsel. Selfie ini cukup populer, apalagi ketika foto yang diunggah mendapat banyak feedback positif dari para penghuni dunia maya. Bahkan pada tahun 2015 terdapat sejumlah 24 miliar foto selfie yang tersimpan di server Google.

Seseorang yang gemar foto bisa menghabiskan waktu 1 jam lebih dalam sehari untuk mengabadikan potret dirinya. Biasanya, selfie dilakukan untuk menghibur diri dan apabila mereka mengunggahnya di sosial media, terkadang tujuannya untuk mendapat perhatian teman sosial medianya.

Selfie Secukupnya Aja

Masih berkaitan dengan selfie, ada fenomena yang sering disebut sebagai selfie-liking. Apa itu? Seseorang bisa dikatakan mengalami selfie-liking ketika sangat menikmati kegiatan foto selfie, merasa bahwa selfie adalah kegiatan penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terkesan wajib, serta selalu meluangkan tempat dan waktu untuk dapat mengambil foto selfie.

Seseorang yang berlebihan dalam menggungah foto selfie di sosial media, berisiko mengalami bahaya dalam kehidupan nyata. Hal ini meningkatkan potensi hubungan sosial yang kurang baik dengan orang yang ngga sependapat dengannya mengenai kebiasaan selfie. Selain itu, mengunggah foto selfie ke media sosial secara intens juga bisa mengurangi produktifitas dalam bekerja, memengaruhi pikiran orang lain yang melihat, dan berisiko membuka peluang terjadinya tindak kejahatan cyber.

bahaya fenomena selfie-liking
Foto: Pexels.com

Selfie-liking dalam Psikologi

Selfie liking dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kesepian, narsisme, ingin mencari perhatian, usia, gender, seberapa sering menggunakan sosial media. Penelitian yang dilakukan Charoensukmongkol pada tahun 2016 kepada mahasiswa di Bangkok, menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara selfie liking dengan kesepian. Loh, kok bisa?

Semakin pesatnya kemajuan teknologi memungkinkan kontak sosial lebih sering dilakukan dengan memanfaatkan situs jejaring sosial yang kini sangat mudah diakses melalui samrthphone atau gadget. Jumlah waktu yang dihabiskan dalam bermain sosial media juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi seberapa banyak individu dalam mengirimkan foto selfie

Sahabat Sehat, kalau kamu merasa kebiasaan selfie sudah mengganggu diri sendiri dan orang lain, sudah sebaiknya mulai berbenah untuk mengatsi kebiasaan tersebut. Kalau penyebabnya karena kesepian, kamu bisa mencoba melakukan berbagai kegiatan lainnya untuk meminimalisir rasa kesepian.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Charoensukmmongkol, P. (2016). Eksploring Personal Characteristics Associated with Selfie-liking. Cyberpsychology. Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 10(2), article 7. doi: 10.5817//cp2016-2-7

Fox, J., & Rooney, M. C. (2015). The dark triad and trait self-objectification as predictors of men’s use and self-presentation behaviors on social networking sites. Personality and Individual Differences, 76, 161-165. doi:10.1016/j.paid. 2014.12.017

Gray, R. (2016, Juni). What a vain bunch we really are! 24billion selfies were uploaded to google last year. Daily Mail. Diakses dari: http://www. dailymail.co.uk/sciencetech/article-36 19679/What-vain-bunchreally24-billi on-selfies-uploaded-Google-year.html

Yulistara, A. (2014, Februari). Hati-hati! 5 dampak buruk yang bisa terjadi karena pamer foto selfie. Wolipop. Diakses dari: http://wolipop.detik. com/read/2014/02/07/130826/2490218/852/hati-hati-5-dampak-buruk-yang-bisa-terjadi-karena-pamer-foto-selfie

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.