Foodborne Disease Akibat Tsunami, Cegah dengan Ini!

Sebagai warga Indonesia yang tinggal di negara kepulauan dan diapit dua samudera, Sahabat Sehat perlu mewaspadai dan mengantisipasi tsunami. Ngga hanya saat terjadi bencana, tsunami ternyata juga membawa bahaya setelahnya, salah satunya bahaya kesehatan berupa foodborne disease atau penyakit bawaan makanan. Kok bisa? Apa aja contohnya dan bagaimana cara mencegahnya? Simak di bawah ini!

ancaman foodborne disease pasca tsunami
Foot: Pexels.ccom

Ancaman foodborne disease setelah tsunami

Sahabat Sehat masih ingat foodborne disease, kan? Foodborne disease adalah penyakit yang disebabkan oleh cemaran pada makanan, baik saat disimpan, diproduksi, maupun dikonsumsi. Cemaran makanan bisa bersumber dari lingkungan, seperti air, tanah, dan udara. Masalah kesehatan yang ditimbulkan foodborne disease bisa bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah gangguan pada sistem pencernaan.

Ketika terjadi tsunami, kebersihan air menjadi hal utama yang terdampak. Persediaan makanan rawan tercemar air kotor akibat banjir. Selain itu, tsunami juga bisa menghancurkan infrastruktur dan mencemari sumur sehingga air bersih sulit untuk diperoleh. Akibatnya, foodborne disease rawan sekali dialami setelah tsunami berkat air yang tercemar.

Macam foodborne disease yang rawan terjadi

Beberapa foodborne disease yang rawan dialami penyintas tsunami adalah diare, kolera, hepatitis A, hepatitis E, dan leptospirosis. Diare bisa disebabkan oleh infeksi Escherichia coli, Salmonella enterica, dan lain sebagainya.

bahan makanan penyebab foodborne disease
Foto: Pexels.com

Infeksi oleh Vibrio cholerae bisa menyebabkan penyintas tsunami mengalami diare akut atau kolera yang gejalanya bisa meliputi diare sangat encer, muntah-muntah, dan kram di kaki. Kehilangan cairan yang sangat cepat akibat diare bisa menyebabkan tubuh dehidrasi, yang kalau ngga ditangai bisa menyebabkan kematian dalam beberapa jam.

Penyintas tsunami juga rawan terkena hepatitis A dan hepatitis E yang disebabkan oleh infeksi virus. Meski belum tentu muncul pada setiap orang, gejala hepatitis A dan hepatitis E meliputi demam, rasa letih, nafsu makan hilang, mual, perut ngga nyaman, air seni berwarna gelap, serta warna kuning pada mata dan kulit.

Sementara itu, leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira yang bersumber dari kotoran hewan pengerat. Kejadian tsunami membuat seseorang semakin mudah terpapar hewan pengerat dan kotorannya. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini meliputi demam, pusing, meriang, nyeri sendi, muntah, kulit dan mata kuning, mata merah, nyeri perut, ruam, dan diare.

Cara mencegahnya

Supaya terhindar dari foodborne disease yang rawan terjadi setelah tsunami, kunci utama yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sahabat Sehat perlu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, terutama setelah buang air, sebelum makan, dan setelah mengganti popok bayi. Pastikan kamu ngga mengonsumsi air dari sumber yang belum dinyatakan bersih. Selain itu, sebelum mengonsumsi makanan atau minuman, pastikan bahwa makanan atau minuman tersebut sudah dimasak hingga matang.

Itulah bahaya kesehatan yang mengintai setelah tsunami beserta cara mencegahnya. Walaupun harapannya Sahabat Sehat ngga perlu menghadapi tsunami, menerapkan praktik menjaga kebersihan tentu bisa dilakukan sehari-hari. Jangan lupa bagikan informasi ini, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. 2005. Kolera: Pertanyaan yang Sering Ditanya. https://www.cdc.gov/disasters/tsunamis/translations/cholerabasaha.pdf. Diakses pada 5 November 2022.

Centers for Disease Control and Prevention. 2005. Informasi Hepatitis A Khusus untuk Korban Tsunami. https://www.cdc.gov/disasters/tsunamis/translations/hepabasaha.pdf. Diakses pada 5 November 2022.

Centers for Disease Control and Prevention. 2005. Informasi Hepatitis E Khusus untuk Korban Tsunami. https://www.cdc.gov/disasters/tsunamis/translations/hepebasaha.pdf. Diakses pada 5 November 2022.

Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Leptospirosis Signs and Symptoms. https://www.cdc.gov/leptospirosis/symptoms/index.html. Diakses 5 November 2022.

Watson, J.T., Gayer, M., Connolly, M.A. 2007. Epidemics after Natural Disasters. Emerging Infectious Diseases., 13(1). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2725828/

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.