Halo Teman Sehat! Petai, jengkol, dan durian adalah tiga jenis makanan yang memiliki lovers dan haters yang fanatik. Bagi penikmatnya, makanan tersebut memberikan kenikmatan tersendiri bahkan cenderung membuat ketagihan. Nah, sebaliknya, para haters menganggap makanan yang satu ini memberikan aroma ngga sedap dan rasa yang aneh.

Petai atau pete merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dijumpai di Indonesia. Berbagai daerah memiliki berbagai olahan berbahan baku tumbuhan dengan nama ilmiah Parkia speciosa ini. Mulai dari lalapan, digoreng, digulai, dan lain sebagainya. Berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang petai, yang mungkin aja akan merubah sudut pandangmu terhadap stingy food ini:
1. Kandungan gizi

Ternyata petai ngga kalah loh kandungan gizinya dengan makanan sumber protein hewani. Pada 100 gram petai terkandung 130 kalori, 15 gram karbohidrat, 4 gram lemak, 8 gram protein, kalsium, magnesium, dll. Karbohidrat akan menghasilkan energi bagi tubuh, protein sebagai zat pembangun dan pengganti sel-sel yang rusak, serta kalsium untuk memelihara kesehatan tulang dan gizi. Hebat kan Teman Sehat?
2. Pengobatan tradisional untuk infeksi ginjal
Infeksi salurang kemih oleh bakteri E.coli bisa menyebar ke bagian ginjal lainnya. Hal tersebut menyebabkan pembengkakan dan peradangan yang jika ngga ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. Kandungan polisulfida siklik dalam petai bersifat anti-bakteri dan anti-jamur yang dapat mengatasi masalah tersebut.
3. Pelindung hati

Bukan berarti petai bisa melindungi Teman Sehat dari kegalauan abis putus cinta ya! Petai dalam hal ini berfungsi sebagai protektor pada organ hati. Pada sebagian masyarakat, petai diyakini sebagai obat tradisional yang dapat membersihkan darah dan memberikan efek detoks pada hati. Kandungan Tiazolidin Carboxylic Acid (TCA) dan sulfur pada petai ditemukan mampu melindungi hati dari berbagai racun.
4. Bermanfaat untuk sistem saraf pusat
Udah banyak loh penelitian yang membuktikan kalau petai bisa menangani depresi. Kandungan asam amino Triptofan dalam petai merupakan bahan baku serotonin, hormon yang berkaitan dengan relaksasi, memperbaiki mood, dan membuat bahagia. Petai juga mengandung vitamin B yang membantu menenangkan sistem saraf.
5. Anti-kanker dan anti-inflamasi
Selain anti-kanker alias kantong kering, karena harganya yang relatif murah, ternyata petai juga bisa mencegah dari penyakit kanker loh Teman Sehat! Thioprolin di dalam petai telah teruji sebagai zat anti-kanker, dengan syarat zat ini akan aktif jika petai dimasak terlebih dahulu. Selain itu juga ada senyawa Caryophyllene dan Lupeol yang memiliki sifat anti-kanker dan anti-peradangan.
Jadi, masih berfikiran untuk menjauhi petai karena baunya yang kurang sedap? Pikir-pikir lagi ya Teman Sehat! Baunya dapat dihilangkan dengan sikat gigi atau makan permen, sementara kandungan gizi dan senyawanya akan sangat penting untuk kesehatan tubuh. Selamat mencoba!
Sumber bacaan:
Pete Theraphy for Health, Life, , Happiness, and Prosperity. Bambang Subaktyo.
http://www.myfitnesspal.com/food/calories/petai-generic-fresh-raw-249484422

