Cek Status Gizi Sebelum Hamil, Yuk!

Halo, Sahabat Sehat! Kemampuan untuk mengandung adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada perempuan. Namun, tidak semua kehamilan berjalan mudah. Kehamilan bisa menjadi sulit, bahkan membahayakan ibu dan janin. Kehamilan merupakan proses kompleks yang membutuhkan persiapan secara fisik, mental, dan finansial. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2021), “Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan, dan dijaga perkembangannya secara baik.” Oleh karena itulah, sebelum memutuskan untuk hamil, perlu dipersiapkan beberapa hal. Salah satunya adalah status gizi.

Foto: Freepik

Apa itu status gizi?

Status gizi adalah sebuah keadaan yang menggambarkan keseimbangan antara zat gizi yang diasup dengan zat gizi yang dikeluarkan oleh tubuh. Jika zat gizi yang masuk lebih banyak dibandingkan dengan zat gizi yang dipakai oleh tubuh, maka status gizi dapat berupa gemuk dan obesitas. Sebaliknya, jika zat gizi yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan zat gizi yang keluar, maka status gizinya dapat berupa kurus dan sangat kurus. Penentuan status gizi yang baik bukanlah melalui observasi terhadap kenampakan fisik, tetapi dengan indikator objektif, yaitu indeks massa tubuh (IMT). Apabila IMT berada pada rentang 18,5 hingga 25 kg/m2, maka status gizinya normal. IMT yang berada di bawah 17 kg/m2 menunjukkan sangat kurus, IMT 17 hingga 18,4 kg/m2 menunjukkan kurus, IMT 25,1 hingga 27 kg/m2 menunjukkan kegemukan, dan IMT lebih dari 27 kg/m2 menunjukkan obesitas.

Foto: Freepik

Bagaimana pengaruh status gizi terhadap kehamilan?

Status gizi normal merupakan indikasi yang baik untuk memulai kehamilan. Namun, jika status gizi berada pada kategori sangat kurus, kurus, gemuk, dan obesitas, maka direkomendasikan untuk penundaan kehamilan dan perbaikan status gizi terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan status gizi kurang dan sangat kurang pada calon ibu meningkatkan risiko anemia pada ibu, perdarahan, keguguran, kematian bayi, bayi berat lahir rendah, hingga kelainan kongenital atau cacat bawaan pada bayi. Status gizi gemuk dan obesitas juga memiliki efek buruk pada kehamilan dan kelahiran, yaitu meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi selama kehamilan pada ibu, keguguran, kematian bayi saat lahir, kelainan kongenital, dan menyulitkan pembiusan saat proses persalinan.

Ditulis Oleh:

Lulu Octaviani, S.Gz
S1 Gizi Universitas Indonesia
Mahasiswa Program Studi Dietisien IPB

 

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Buku Saku Merencanakan Kehamilan Sehat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

P2PTM Kemenkes RI. 2021. Bagaimana Cara Mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) / Berat Badan Normal? https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/bagaimana-cara-mengukur-indeks-massa-tubuh-imt-berat-badan-normal. Diakses tanggal 3 Desember 2024.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.