Tahukah Sahabat Sehat, di Kalimantan terdapat varian durian lokal yang unik? Yap, namanya buah Lai.
Durio kutejensis, atau yang akrab disebut buah lai, merupakan tanaman tropis yang tumbuh di wilayah Kalimantan. Buah ini dikenal dengan beragam nama lokal, seperti durian pulu, nyekak, durian tinggang, dan sekawi dalam bahasa Dayak. Identitas ilmiahnya pertama kali diperkenalkan pada tahun 1889 oleh seorang botanis asal Jerman, Justus Carl Hasskarl.

Bentuk buah ini menyerupai buah durian pada umumnya, namun dengan ukuran yang lebih kecil dan warna buah yang lebih oranye. Rasanya unik, manis dengan sedikit sentuhan rasa asam dengan tekstur buah yang lembut dan kering.
Berbeda dari durian, buah ini juga ngga memiliki kandungan alkohol. Aromanya juga ngga menyengat seperti durian, sehingga bisa lebih mudah diterima oleh banyak orang.
Kandungan Gizi Buah Lai
Secara umum, kandungan gizi buah lai ngga jauh berbeda dari buah durian (Durio zibethinus). Buah khas Kalimantan ini kaya akan protein dan lemak baik.
Namun, dibandingkan dengan durian, buah lai memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan kandungan lemaknya sedikit lebih rendah. Buah ini juga kaya akan mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor, mangan, tembaga, dan zink.
Meskipun terbilang manis, kandungan gula pada buah lai jauh lebih rendah daripada durian. Jadi, ngga heran kalau rasanya ngga semanis durian yang biasa Sahabat Sehat temukan.

Di sisi lain, kandungan zink dan mangan pada buah lai terbilang lebih tinggi daripada durian. Keduanya merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh. Zink diperlukan oleh tubuh untuk mendukung sistem imun, pertumbuhan, dan penyembuhan luka. Sedangkan, mangan berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, serta berperan dalam metabolisme dan kerja sistem saraf.
Kandungan vitamin C pada buah ini cukup tinggi, sehingga baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Di dalamnya juga terdapat berbagai macam senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan mampu menangkal radikal bebas yang bisa memicu kerusakan sel, penuaan dini, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Manfaat Lainnya
Selain bisa dikonsumsi secara langsung, buah lai juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bahan kosmetik. Kulit buah, batang, dan biji dari tanaman ini bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual tinggi.
Sahabat Sehat, dengan segala keunikan dan manfaatnya, buah lai pantas mendapat perhatian lebih luas sebagai salah satu ikon kuliner sekaligus aset alam Indonesia. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

