Diare Saat Traveling? Atasi dengan Cara Ini!

Siapa sih yang ngga bersemangat saat merencanakan perjalanan ke tempat baru? Menjelajahi berbagai destinasi asing memang menyenangkan. Tapi, di balik euforia tersebut ada satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami para wisatawan, yaitu traveler’s diarrhea atau diare traveler.

Gangguan pencernaan ini biasanya ditandai dengan diare dan kram perut. Penyebab utamanya berasal dari makanan atau minuman yang ngga cocok, atau terkontaminasi. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari bakteri, virus, hingga parasit yang juga bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Foto: Freepik

Diare traveler umumnya terjadi ketika Sahabat Sehat mengunjungi lokasi yang memiliki iklim berbeda dengan tempat tinggal. Risiko ini bisa lebih besar bila bepergian ke daerah dengan standar kebersihan dan sanitasi air yang kurang.

Bagaimana gejalanya?

Gejala paling umum biasanya berupa mulas, berulang kali BAB yang encer, dan kram perut. Selain itu, juga bisa disertai mual, muntah, perut kembung, hilang nafsu makan, dan demam. Biasanya, kondisi ini akan membaik dalam beberapa hari.

Tapi, pastikan untuk segera mencari pertolongan medis jika Sahabat Sehat gejala ngga membaik lebih dari 3 hari, atau mengalami nyeri perut yang sangat hebat, muntah terus-menerus lebih dari empat jam hingga ngga bisa minum sama sekali, demam tinggi di atas 39°C, dan tinja bercampur darah. Tanda-tanda dehidrasi serius, seperti mulut kering, haus berlebihan, pusing, atau kebingungan juga perlu segera mendapat pertolongan medis.

Bagaimana cara mengatasinya?

Penanganan awal biasanya cukup dengan obat bebas dan perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri. Namun, yang terpenting adalah mencegah dehidrasi dengan banyak minum cairan, serta hindari kafein, makanan pedas, dan minuman beralkohol yang bisa memperburuk kondisi. Sahabat Sehat bisa memilih makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti nasi putih, pisang, bubur, atau sup.

Jika mengalami diare ringan, obat bebas seperti bismuth subsalicylate atau loperamide bisa membantu, terutama jika Sahabat Sehat sedang dalam perjalanan menggunakan bus atau pesawat. Namun, penggunaan obat ini ngga disarankan bila mengalami diare berdarah atau diare yang disertai demam. Penggunannya pada anak di bawah 6 tahun juga sebaiknya ngga dilakukan tanpa anjuran dokter.

Foto: Freepik

Tips cegah diare saat traveling!

Langkah terbaik untuk menghindari diare ini yaitu dengan menjaga kebersihan dan selektif terhadap makanan serta minuman yang akan dikonsumsi. Pastikan untuk minum air kemasan atau air yang sudah direbus minimal 3 menit. Sebisa mungkin hindari mengonsumsi es yang dibuat dari air lokal atau makanan pedangang kaki lima jika kebersihannya masih diragukan.

Gunakan juga air matang atau air kemasan untuk sikat gigi dan berkumur. Selain itu, jangan lupa untuk selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih, atau gunakan hand sanitizer berbasis alkohol sebelum dan setelah makan.

Diare traveler biasanya sembuh dalam kurun waktu 2 sampai 7 hari. Dengan memahami risiko dan menerapkan upaya pencegahan yang tepat, diare seharusnya ngga menjadi penghalang bagi Sahabat Sehat untuk menikmati perjalanan.

Referensi

CDC (Bradley A. Connor dan Daniel T. Leung). 2025. CDC Yellow Book: Health Information for International Travel
https://www.cdc.gov/yellow-book/hcp/preparing-international-travelers/travelers-diarrhea.html

Healthline (Ana Gotter). 2019. Traveler’s Diarrhea: What You Should Know.
https://www.healthline.com/health/travelers-diarrhea#diagnosis

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.