Sahabat Sehat, belakangan berbagai kedai kopi ternama mulai mengemas signature coffees dalam kopi kaleng. Pasti ada pertanyaan apakah rasa dan flavor-nya akan sama dengan secangkir kopi buatan barista? Yuk, cek fakta mengenai kopi kaleng!
Kopi kaleng adalah minuman versi pra-seduh dan dijual siap minum. Minuman ini sangat populer di Jepang, Korea Selatan, dan hampir semua negara di Asia. Cara pengolahan dan kemasannya dibuat sangat beragam oleh sejumlah besar perusahaan, sehingga bisa ditemukan di banyak tempat, seperti supermarket, minimarket, dan vending machines. Biasanya kopi kaleng dibuat dari kopi seduh biasa, meskipun beberapa merk juga menawarkan decaff atau variasi rasa lainnya.

Sejarah Kopi Kaleng
Kopi kaleng telah ada selama berabad-abad, tetapi baru di edarkan secara komersial pada awal 1800-an. Tahukah Sahabat Sehat? Kopi kaleng pertama diciptakan oleh penemu Perancis Nicholas Appert.
Pada tahun 1806, Appert mengembangkan proses pengalengan makanan yang melibatkan penyegelan makanan dalam toples kaca dan kemudian memanaskan toples untuk membunuh bakteri. Proses ini kemudian diadaptasi untuk digunakan dengan kopi, dan pada tahun 1865, pengusaha Amerika John Arbuckle mematenkan metode penyegelan vakum biji kopi panggang dalam kaleng logam.
Di Jepang, kopi kaleng diperkenalkan oleh UCC Ueshima Coffee Co. yang memelopori kopi seduh dalam kaleng pada tahun 1969. Situs web resmi pemerintah Prefektur Shimane, Jepang, mengklaim bahwa kopi kaleng pertama di dunia, Kopi Mira, muncul di Shimane pada tahun 1965, merk ini hanya bertahan sebentar sebelum hilang dari pasar.
Tahun 1973, vending machines untuk minuman panas dan dingin mulai diperkenalkan oleh Pokka Coffee. Pada tahun 1983 produsen kopi kaleng Jepang mengekspor lebih dari 100 juta kaleng kopi ke negara lain.

Pengalengan Kopi
Kopi kaleng dibuat menggunakan proses yang mirip dengan air kemasan. Biji kopi disangrai lalu digiling sebelum diseduh. Kopi kemudian disegel dalam kaleng yang dibersihkan dengan nitrogen untuk menjaga kesegaran dan mencegah kontaminasi bakteri.
Kopi kalengan memiliki umur simpan kurang levbih 2 tahun, umur bervariasi tergantung pada merek dan jenis kopi kalengan. Setelah dibuka, kopi kaleng harus dikonsumsi dalam beberapa hari. Kopi kaleng dibelum dibuka bisa lebih awet jika disimpan di tempat yang sejuk dan gelap. Setelah dibuka, pindahkan kopi ke wadah kedap udara dan simpan di lemari es.
Pengaturan Keasaman dalam Kopi Kaleng
Satu ingredien penting pada kopi kaleng adanya acidity regulator (pengatur keasaman). Fungsinya sebagai pengontrol pH supaya kopi ngga terlalu asam. Secara tidak langsung penambahannya akan mempertajam rasa manis.
Pengaturan pH dan keasaman juga mempengaruhi umur simpan produk. Keasaman yang lebih tinggi, jika dikaitkan dengan rasa, umumnya merupakan kualitas yang diinginkan, serta dapat membuat kopi menonjol dan berbeda.
Selain itu, faktor keasaman kopi berpengaruh pada penerimaan konsumen. Acidity regulator yang berbeda dapat menghasilkan profil rasa yang berbeda. Contoh acidity regulators, yakni asam laktat, asetat, sitrat, malat, fosfat, kuinat, klorogenat, palmitat, dan linoleat.
Sahabat Sehat, sekarang kamu tahu kan kenapa rasa kopi kaleng selalu pas dan seragam. Tak peduli apa varian rasanya, kamu pasti mendapatkan rasa dan tingkat level keasaman yang sama. Yup, disinilah acidity regulator berperan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
