Yuk, Kenalan dengan Kontaminasi Silang pada Makanan

kontaminasi silang pada makanan
Foto: Unsplash.com

Selama pandemi, kesadaran untuk menjaga kesehatan tubuh menjadi meningkat. Salah satunya dengan mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Salah satunya dengan memastikan makanan telah higienis dan bebas dari kontaminasi mikroba berbahaya.

Ternyata dalam menjaga kebersihan makanan, terdapat istilah kontaminasi silang, loh! Kira-kira, apa ya arti dari kontaminasi silang? Apakah hal tersebut berbahaya? Nah, supaya ngga penasaran, yuk simak informasinya di bawah!

Mengenal kontaminasi silang

Kontaminasi silang
Foto: Unsplash.com

Sahabat Sehat, kontaminasi silang merupakan fenomena saat makanan yang sebelumnya ngga terkontaminasi terkena kontak atau bersentuhan dengan makanan yang terkontaminasi. Kontaminasi silang bisa berupa kontak dengan makanan secara langsung maupun melalui perantara peralatan masak.

Contoh proses pengolahanan makanan yang rentan menyebabkan kontaminasi silang antara lain saat memotong daging mentah dan matang menggunakan peralatan yang sama. Kontaminasi silang antara bakteri pada air mentah saat mencuci daging, kontaminasi antara makanan mentah dan udah matang, hingga kontaminasi silang yang berasal dari kontak manusia.

Terkadang, hal ini terkesan sepele tapi bisa memberikan dampak yang besar, loh! Yuk, simak akibat yang dapat terjadi dari kontaminasi silang!

Apa akibat kontaminasi silang?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kontaminasi silang terjadi akibat proses pengolahan yang ngga sesuai. Nah, risiko paling umum yang terjadi, yaitu adanya kontaminasi bakteri E. coli. Kontaminasi ini biasanya ditemukan pada produk daging. Bakteri E. coli hasil kontaminasi silang akan menyebabkan masalah kesehatan apabila terkonsumsi. Adapun penyakit yang ditimbulkan, yaitu demam, diare, mual, dan muntah.

Selain E. coli, masih banyak mikroba lainnya yang bisa mengontaminasi, seperti Salmonella sp. Apabila bakteri ini dikonsumsi, juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti demam, muntah, diare yang mengandung darah, hingga kerusakan organ penting.

Wah, ternyata sangat merugikan, ya. Kalau begitu, kira-kira bagaimana upaya pencegahan yang bisa dilakukan?

Cara pencegahannya

kontaminasi silang
Foto: Unsplash.com

Berdasarkan Jurnal Kesehatan Lingkungan, tempat pengolahan makanan memiliki peran yang penting dalam menjaga proses pengolahan untuk meminimalisir potensi terjadinya kontaminasi silang. Oleh karena itu, yuk simak upaya pencegahan yang bisa kamu lakukan!

  1. Menjaga kebersihan peralatan makanan. Sebelum dan sesudah menggunakan peralatan seperti pisau, talenan, dan wadah penyimpanan, hendaknya peralatan tersebut dibersihkan dengan menyeluruh.
  2. Ngga menggabung tempat antara makanan mentah dan matang pada satu tempat yang sama. Hendaknya, makanan mentah dan matang dipisahkan dan diupayakan ngga terjadi kontak langsung.
  3. Menjaga kebersihan untuk menghindari kontaminasi dari manusia ke makanan yang sedang diolah. Langkah paling sederhana yang bisa kamu lakukan yaitu, mencuci tangan dan menggunakan perlatan seperti sarung tangan, celemek, hingga penutup kepala (hair net). 

Nah, itulah beberapa hal tentang kontaminasi silang yang perlu kamu ketahui. Mulai sekarang, yuk jaga higienitas dan kebersihan diri terutama saat mengolah makanan. Sebarkan informasi ini, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Angelina Rianti, dkk. 2018. Penerapan Keamanan Dan Sanitasi Pangan Pada Produksi Minuman Sehat Kacang-Kacangan Umkm Jukajo Sukses Mulia di Kabupaten Tangerang. Jurnal Agroteknologi Vol. 12 No. 02
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/9283/6209/

Putu Anjarina. 2018. Uji Kandungan Escherichia colidan Total Bakteri pada Daging dan Organ Dalam Sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Jurnal METAMORFOSA V(2):171-176
https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/42899/26033

Jiastuti. 2108. Higiene Sanitasi Pengelolaan Makanan Dan Keberadaan Bakteri Pada Makanan Jadi Di Rsud Dr Harjono Ponorogo. Jurnal KEsehatan Lingkungan Vol 10, No 1.
https://e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/9382/5250

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.