Antibiotik dan Risikonya pada Anak di Bawah 2 Tahun

Sahabat Sehat, kata antibiotik tentu sudah ngga asing lagi di telinga kamu. Antibiotik efektif membunuh bakteri penyebab infeksi. Usia anak di bawah 2 tahun sangat rentan terpapar bakteri jahat. Oleh karena itu, antibiotik menjadi salah satu pengobatan yang sering diberikan pada rentang usia ini.

Lalu, bagaimana pengaruh penggunaan antibiotik terhadap munculnya risiko obesitas pada anak usia di bawah 2 tahun? Simak penjelasan berikut ini ya!

pemberian antibiotik untuk anak
Foto: Pexels.com

Bakteri baik, apakah itu?

Tahukah kamu, bahwa dalam tubuh juga terdapat bakteri baik di usus, yang berperan penting dalam proses mencerna makanan, pertumbuhan, dan sistem kekebalan tubuh. Secara normal, usia anak 1-24 bulan merupakan periode pembentukan bakteri alami di usus secara sempurna tanpa adanya paparan antibiotik.

Bagaimana pengaruh antibiotik?

Paparan antibiotik pada bayi baru lahir (0 bulan) bisa mempengaruhi berbagai aspek fisiologis tumbuh kembangnya. Studi epidemiologi dan eksperimental yang dilansir pada artikel Atara et al, 2021 melaporkan bahwa penggunaan antibiotik pada periode usia setelah lahir hingga usia 6 tahun secara signifikan meningkatkan indeks masa tubuh dan ketidakseimbangan bakteri alami usus.

Melansir dari health.harvard.edu menyebutkan bahwa bayi yang dilahirkan melalui persalinan sesar cenderung tumbuh dengan obesitas karena ngga mendapatkan bakteri secara langsung melalui proses persalinan normal. Studi menyebutkan anak-anak yang mendapatkan antibiotik pada usia 0-2 tahun berpeluang 26% munculnya insiden obesitas.

anak obesitas akibat konsumsi antibiotik yang kurang tepat
Foto: Freepik.com

Penyakit yang perlu di waspadai

Perlu kamu ketahui penyakit yang sering muncul pada anak usia di bawah 2 tahun adalah batuk, pilek dan infeksi telinga. Ngga semua penyebab infeksi berasal dari bakteri, tapi juga bisa disebabkan oleh virus. Sebenarnya, infeksi virus ngga membutuhkan antibiotik, loh! Antibiotik memang bisa menjadi obat penyelamat infeksi, jika penggunaannya tepat dan benar sesuai indikasi.

Dampak antibiotik

Penggunaan antibiotik yang ngga tepat bisa berisiko membunuh dan mengacaukan keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh kamu. Tapi, perubahan keseimbangan bakteri alami usus ngga hanya disebabkan oleh antibiotik, melainkan juga bisa disebabkan oleh penyakit infeksi itu sendiri. Oleh karena itu, peran aktif orang tua memiliki andil besar dalam memutuskan dan mengendalikan penggunaan antibiotik pada anak usia di bawah 2 tahun.

Sahabat Sehat, meski demikian, penelitian yang sudah dilakukan hingga saat ini bisa digunakan sebagai panduan bagi orang tua untuk lebih bijak dalam menelaah antibiotik yang memang dibutuhkan untuk penyakit anak. Risiko obesitas ngga hanya muncul pada penggunaan antibiotik, tetapi juga faktor penyebab lainnya seperti genetik dan gaya hidup.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Uzan-Yulzari, et al. 2021. Neonatal antibiotic exposure impairs child growth during the first six years of life by perturbing intestinal microbial colonization. Nature. https://doi.org/10.1038/s41467-020-20495-4

Harvard Health Publishing/Claire McCarthy. 2018. Giving babies and toddlers antibiotics can increase the risk of obesity. Diakses pada tanggal 23 Juni 2021 pukul 22.41 pm

Srivastava, et al. 2020. Early and frequent exposure to antibiotics in children and the risk of obesity: systematic review and meta-analysis of observational studies. F1000Research. https://dx.doi.org/10.12688%2Ff1000research.24553.1

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.