Teman Sehat, pernah ngga sih, saat kumpul keluarga besar, kakek dan nenek kamu salah memanggil nama cucu atau cicitnya? Atau mereka mulai lupa menaruh barang yang ditaruhnya dan mulai terlihat bingung saat beraktivitas? Nah, gejala-gejala yang dialami oleh kelompok lansia ini, biasanya disebut dengan istilah demensia. Ternyata, ada satu penyakit yang gejalanya mirip dengan demensia loh, yaitu Alzaimer. Kira-kira apa ya, bedanya dua penyakit itu? Mau tau penjelasannya, yuk simak di sini!
Apa sih, demensia?
Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala yang berdampak pada penurunan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, hingga kemampuan beraktivitas sehari-hari. Demensia biasa terjadi secara alami pada kelompok lanjut usia (lansia). Menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita demensia, dengan hampir 10 juta kasus baru tiap tahunnya.

Ada tiga tahapan dengan beberapa tanda dan gejala yang ditimbullkan, jika kelompok lansia terkena demensia yaitu:
- Tahap awal, tahap ini terkadang sering ngga dihiraukan oleh orang sekitar, karena gejalanya ngga terjadi secara berulang. Gejala yang dialami yaitu, kelupaan, kehilangan memori alur kegiatan, dan merasa kehilangan dengan tempat yang ngga asing.
- Tahap menengah, pada tahap ini gejala dan tanda demensia terlihat lebih jelas dan lebih terbatas. Seperti, mulai lupa dengan kegiatan yang baru terjadi, nama orang, merasa hilang di rumahnya sendiri, mulai sulit berkomunikasi dan butuh bantuan dari perawat.
- Tahap akhir, pada tahap ini lansia mulai terganggu memorinya. Tanda dan gejala yang ditimbukan pun mulai terlihat lebih jelas, seperti ngga sadar waktu dan tempat, sulit mengenali teman dan keluarganya, butuh bantuan perawat untuk meningkatkan aktivitasnya, mulai sulit berjalan dan mengalami perubahan perilaku.
Lalu apa bedanya ya, sama Alzheimer?
Kamu pernah dengar penyakit Alzaimer? Yap, penyakit ini gejala umumnya hampir sama dengan demensia yaitu kehilangan sebagian memorinya atau mengalami kelupaan. Biasanya, penyakit ini dialami oleh lansia diatas umur 65 tahun dan kalau ada yang terkena penyakit ini dibawah umur 65 tahun, maka dirujuk sebagai penyakit Alzaimer dini. Tapi, sebenarnya demensia dan Alzheimer itu sama ngga ya?
Teman Sehat, ternyata demensia dan Alzheimer itu berbeda, loh. Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, demensia merupakan kumpulan gejala yang berdampak pada penurunan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, hingga kemampuan beraktivitas sehari-hari. Jadi, bisa dibilang bahwa demensia merupakan sebuah sindroma (syndrome), bukan nama penyakit.

Sedangkan Alzheimer adalah nama penyakitnya, dan termasuk jenis demensia yang paling umum. Penyakit Alzheimer ini merupakan penyakit progresif otak yang menyebabkan gangguan ingatan, termasuk penurunan kemampuan berbahasa. Sebenarnya demensia dan Alzheimer ini memiliki gejala yang hampir serupa dan sulit dibedakan. Meskipun begitu, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan supaya pengobatannya bisa diberikan dengan tepat.
Nah, sekarang Teman Sehat udah tahu, kan perbedaan demensia dan Alzheimer pada lansia? Sekarang udah saatnya buat kamu, memberikan perhatian dan kesabaran yang lebih kepada lansia dengan gejala tersebut. Sebagai generasi muda, jangan lupa buat tetap menjaga kesehatan agar bisa mencegah timbulnya demensia atau Alzaimer saat tua nanti.
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP


1 Comment