Halo, Teman Sehat! Gimana kabar kamu hari ini? Semoga tetap sehat dan semangat ya, dalam menjalani aktivitas. Oh, iya kamu pernah ngga minum antibiotik resep dari dokter? Yap, antibiotik biasanya diberikan kalau kamu terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ada salah satu kelompok antibiotik, yaitu Penisilin yang ditemukannya ngga sengaja, loh! Tapi kebermanfaatannya terasa sampai sekarang. Mau tau siapa penemunya? Let’s check it out!
Alexander Fleming
“I did not invent penicillin. Nature did that. I only discovered it by accident”- Alexander Flemming. Kalimat ini adalah salah satu kutipan perkataan dari Fleming yang menemukan penisilin pertama kali. Berawal dari lulusan St. Mary’s School di Universitas London, Fleming diyakini oleh salah satu temannya untuk menjadi peneliti dan meninggalkan sekolah St Mary.

Saat perang dunia ke dua terjadi, Fleming menjadi relawan untuk membantu di Army Medical Corps. Saat perang, banyak tentara yang mati bukan karena luka yang disebabkan, tapi adanya infeksi yang ngga bisa terkontrol. Nah, dari kejanggalan inilah akhirnya Flemming memutuskan buat menjadi peneliti.
Sebelum Penisilin
Sebelum ditemukannya penisilin, Flamming sudah menemukan lisozim, yaitu enzim dengan kandungan antibakteri yang lemah. Penemuan ini ngga sengaja ditemukan oleh Flamming saat sedang terinfeksi flu. Ngga sengaja, mucus (lendir) Flamming dipindahkan ke wadah pertumbuhan bakteri (petri dish) dan didiamkan selama dua minggu.

Saat dilihat, ada beberapa bakteri yang tumbuh di wadah, tetapi disekitar lendir ngga ada bakteri yang tumbuh. Setelah diidentifikasi, ternyata di dalam lendir tersebut ada suatu zat yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Kemudian zat tersebut dinamakan lisozim, yang juga ditemukan di air mata, air ludah (saliva), kulit, rambut, kuku jari dan juga di telur. Tetapi enzim ini hanya efektif buat bakteri yang ngga berbahaya.
Awal mula ditemukannya Penisilin
Setelah menemukan enzim lisozim, Flamming kemudian melakukan penelitian lain dengan menggunakan bakteri staphylococcus (bakteri jahat) ke dalam wadah pertumbuhan. Kemudian, wadah itu dibuka dan ditaruh didekat jendela. Setelah beberapa saat, wadah tersebut dicek dan bakteri jahat yang ada didekat kapang yang baru tumbuh ini menjadi mati.

Setelah dicek dan diidentifikasi, ternyata ada zat atau ‘mold juice’ yang dihasilkan oleh kapang genus Penicilium, yang bisa mematikan bakteri jahat (staphylococcus) dan dinamakan Penisilin. Selain itu Flaming juga menemukan, bahwa zat ini efektif melawan bakteri jahat lain (golongan gram positif) yang menyebabkan penyakit demam berdarah, penumonia, gonorrhea, meningitis dan difteri.
Perkembangan Penisilin

Setelah ditemukannya penisilin, kemudian Flaming mengisolasi dan memurnikan zat tersebut dari mikroba (kapang) jenis Penicillium notatum. Flaming mulai menumbuhkan kembali kapang jenis penicillium untuk memproduksi penisilin lebih besar. Tapi, karena ada kesulitan dalam produksi penisilin dan kefektifannnya yang berkurang dalam membunuh bakteri penyebab penyakit, Flamming sempat meninggalkan penelitiannya. Berkat dua mahasiswa dari Oxford yang melanjutkan penelitiannya, Howard dan Chain, penisilin bisa dimurnikan, diproduksi dalam jumlah banyak, dan dilakukan uji efektifitas. Sehingga sampai sekarang kamu bisa merasakan manfaatnya.
Nah, gimana Teman Sehat? Ternyata dibalik manfaat yang bisa kamu rasakan hari ini, ada orang kreatif dan bekerja keras buat menemukan sesuatu yang bermanfaat, loh! Oh iya, dalam pemakaian antibiotik apapun, tetap dilihat cara pemakaiannya ya, agar bakteri jahat yang ada ditubuh ngga kebal dengan antibiotik yang kamu konsumsi!

