Apakah Kamu Termasuk Halitofobia? Coba Cek 3 Hal ini!

halitofobia

Halo Teman Sehat! Taukah kamu apa itu Halitofobia?

Halitofobia berasal dari 2 kata: halitosis dan fobia. Buatmu yang belum tau, halitosis itu sama dengan bau mulut yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut yang menunda senyawa sulfur berbau. Sedangkan fobia adalah ketakutan berlebih akan suatu hal. Jadi, halitofobia adalah ketakutan berlebih akan bau mulutnya sendiri.

Para penderita sindrom ini sering membayangkan bahwa mereka memiliki halitosis bahkan ketika didiagnosis sebaliknya. Mereka yang menderita kekhawatiran ini sangat dihantui dengan bau mulut padahal kenyataannya mereka tidak bau mulut. Sindrom ini juga dipengaruhi faktor khayalan, keadaan murung, gangguan obsesif kompulsif, dan sindrom referensi penciuman.

Apa sih penyebab Halitofobia?

Penyebabnya dapat berhubungan dengan keadaan psikologis berupa khayalan, hipokondria, atau gangguan obsesif kompulsif. Orang yang menderita sindrom ini akan selalu mengkhawatirkan napas mereka dan mereka cenderung kompulsif membersihkan mulut mereka dengan menyikat gigi, menggunakan penyegar napas dan larutan kumur secara berlebihan.

mouth wash

Mereka yang mengalami halitofobia juga dipengaruhi oleh pandangan masyarakat dan juga iklan tentang bau mulut, seolah-olah “bau mulut” sama dengan “bau kentut”. Mereka menganggap apabila mereka mengalami, maka dirinya akan terisolasi dari masyarakat, hal tersebut akan menyebabkan ketakutan berlebihan bahkan depresi.

Hal inilah yang menyebabkan penderita sindrom ini melakukan hal ekstrim seperti berkumur-kumur, menggosok gigi, dan menggunakan penyegar napas untuk membersihkan mulut mereka secara terus menerus dan berlebihan.

Bagaimana diagnosisnya?

Diagnosis untuk halitofobia dimulai dengan tes klinis halitosis di dokter gigi. Dari diagnosis tersebut dapat dilihat kadar gas-gas berbau dan enzim pernafasan. Setelah pasien dikonfirmasi tidak memiliki bau mulut, tapi masih terlalu khawatir dengan itu berarti pasien memliki diagnosis halitofobia dan di rujuk ke spesialis psikologi.

Para penderitanya akan merasa bau mulut sangat melemahkan mereka dan mempengaruhi kepercayaan diri mereka dalam situasi sosial, bahkan dapat membuat mereka berperilaku berlebihan untuk membersihkan mulut.

Bagaimana cara mengatasi Halitofobia?

consul

Para penderita sindrom ini akan diberikan psikoterapi oleh spesialis psikologi untuk menghilangkan gangguan obsesif kompulsif, sindrom referensi penciuman, khayalan, ketakutan mereka tentang halitosis atau bau mulut. Selain itu, dokter akan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan tingkat stabilitas mental yang ditunjukkan oleh pasien penderita sindrom ini.

Nah, Teman Sehat sudah tahu kan apa itu halitofobia? Yuk, jaga kesehatan gigi dan mulutmu secara bijak dan benar! Bagaimana pendapatmu? Jangan lupa tulis di kolom komentar ya! (agt&don)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.