Halo Teman Sehat! Pernahkah kamu mengalami keracunan makanan? Kalu belum, jangan sampai lah ya!

Peristiwa keracunan makanan merupakan kejadian yang sering terjadi di Indonesia. Keracunan bisa terjadi di luar ataupun di dalam rumah. Biasanya, keracunan makanan diawali dari makanan yang ‘mencurigakan’, dimulai dari tampilan, aroma, hingga citarasanya yang beda dari biasanya. Hal ini terjadi karena adanya cemaran dari bakteri pada makanan.
Banyak penyakit yang muncul karena keracunan makanan, ini nih contohnya.
1. Tuberkulosis bovinum (demam bolak-balik atau undulant fever)
Penyakit ini dapat ditularkan melalui susu, sedangkan sumber utama infeksinya adalah kelenjar susu sapi. Tuberkulosis bovinum banyak dialami oleh mereka yang mengonsumsi susu segar dari peternakan atau susu yang belum menjalani sterilisasi.
2. Demam tifoid dan paratiroid
Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Hal ini seringkali berhubungan dengan sistem pembuangan limbah yang buruk sehingga mengakibatkan pencemaran pada sumber air minum. Tiram dan jenis kerang lainnya dapat menjadi sumber kuman tifoid yang diperoleh dari air yang tercemar limbah manusia.
3. Botulisme
Penyakit ini merupakan penyakit serius dan sering berakibat fatal. Penyakit ini bisa disebabkan oleh spora yang dihasilkan dari bakteri Clostridium botulinum. Spora ini menghasilkan toksin yang beracun pada manusia. Kejadian ini banyak terjadi pada makanan kalengan atau botolan yang dibuat tanpa prosedur sterilisasi yang baik.
Ayo hindari keracunan makanan di rumah dengan 9 tips gampang ini!

- Cucilah tangan sebelum menyiapkan makanan. Luka-luka pada tangan harus ditutup dengan kasa atau plester yang kedap air
- Apabila sedang mangalami flu, buanglah hasil buangan flu ke tempat sampah yang tertutup dan tangan harus dicuci kembali. Orang yang mengalami infeksi ISPA, diare atau infeksi kulit sebaiknya tidak menyiapkan makanan
- Kurangi kontak makanan dengan bagian tubuh lain kecuali tangan
- Saat ingin bersin, menjauhlah dari makanan dan tutuplah dengan tisu sekali pakai. Apabila tidak ada tisu, tutuplah hidung dengan menggunakan lengan
- Jangan meninggalkan remahan makanan di sekitar dapur
- Simpanlah makanan yang belum akan dikonsumsi di tempat yang tertutup atau lemari es
- Lemari es harus dibersihkan secara teratur
- Hindari memasak daging setengah matang yang akan digunakan keesokan harinya. Hal ini akan mencegah perkembangan bakteri pada bagian daging yang belum matang
- Jangan mencicipi makanan yang belum akan disajikan.
Bagaimana pendapatmu? (agt&don)

