Benarkah, ada Beban Penyakit yang ‘Dipikul’ oleh Remaja?

Teman Sehat, ternyata masa remaja membentuk pola kesehatan di masa dewasa, loh! Yap, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa masa ini, seringkali dianggap sebagai periode hidup yang paling sehat. Studi global burden of diseases memperoleh  beberapa penyumbang gangguan terbesar beban penyakit kelompok di Indonesia. Mau tahu apa saja? Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Gangguan mental

Kesehatan jiwa, sering kali luput dari perhatian remaja maupun orang tuanya. Bila kelompok ini mengalami sakit fisik, mereka akan tahu hal yang perlu dilakukan.

Tapi, jika yang terjadi gangguan kesehatan jiwa, belum tentu mereka bisa mengenali dan mendapatkan pertolongan yang tepat. Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan, adanya masalah yang ngga bisa diatasi maupun kurangnya dukungan dari keluarga, bisa menjadi salah satu penyebab stres pada kelompok ini.

2. Penyakit sendi

Remaja yang mengalami obesitas, berisiko pada nyeri sendi atau nyeri lutut. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya seperti aktivitas yang berlebihan maupun tekanan tinggi yang akan menambah stres pemukaan sendi lutut.

Nyeri sendi bisa terjadi pada seseorang yang memiliki berat badan normal, tapi lebih sering pada seseorang dengan berat badan lebih. Hal ini disebabkan ketika berjalan beban berat badan akan dipindahkan ke sendi lutut 3-6 kali lipat berat badanmu.

3. Risiko anemia yang ‘menghantui’

Salah satu masalah gizi yang paling sering dijumpai kelompok ini adalah anemia.  Yap, kebutuhan zat gizi yang meningkat dan kebiasaan makan yang belum memenuhi kecukupan asupan zat besi menjadi salah satu penyebabnya.

Pada remaja putri, risiko anemia menjadi lebih tinggi karena kehilangan darah selama menstruasi. Selain disebabkan kurangnya asupan zat besi, anemia juga bisa disebabkan oleh kecacingan, loh! Sehingga, pencegahan yang menyeluruh bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat cacing setahun sekali, ya!

Nah, Teman Sehat itulah beberapa penyumbang beban penyakit pada masa remaja. Yuk, minimalisir paparannya dengan menerapkan pola konsumsi gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik, oke! Jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *