Inilah 3 Tips Memilih Kontrasepsi!

Teman Sehat, apakah kamu masih asing mendengar kata ‘kotrasepsi’? Yap,  kontrasepsi merupakan salah satu metode tepat untuk menunda kehamilan, memberi jarak kehamilan, atau ngga ingin hamil lagi. Usia terbaik bagi wanita untuk hamil dan melahirkan dengan risiko terendah bagi ibu dan bayi adalah antara usia 20-35 tahun.

Nah, pada rentang usia inilah metode ini bisa dimanfaatkan. Ada berbagai jenis metode dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing. Tapi, tahukah kamu cara memilih metode yang tepat sesuai rentang usianya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Usia sebelum 20 tahun

Bagi kamu yang sudah menikah di usia 20 tahun ke bawah, disarankan agar menunda kehamilan dikarenakan memiliki risiko yang tinggi untuk terjadi komplikasi. Nah, inilah beberapa pilihannya yaitu, pil KB, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), suntik KB, implan, dan metode konvensional dengan cara menghitung masa subur dengan sistem kalender. Pilihan yang terbaik untuk usia ini adalah pil KB karena akan lebih mudah untuk hamil ketika dihentikan.

2. Usia 20-35 tahun

Pada rentang usia ini, umumnya tujuan penggunaan kontrasepsi yaitu untuk memberikan jarak kehamilan antara anak satu dengan anak lainnya. Jarak terbaik adalah 2-4 tahun. Jika kurang dari itu, dikhawatirkan waktu pemulihan ibu tak cukup, sehingga bisa meningkatkan risiko terganggunya sistem reproduksi, kelahiran prematur, dan komplikasi kehamilan lainnya.

Selain itu, memberikan jarak usia kelahiran akan bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil. Pilihan metode ini, sebenarnya sama dengan rentang usia kurang dari 20 tahun. Hanya saja, metode kontrasepsi pilihan pada rentang usia 20-35 tahun yang dianjurkan adalah AKDR/IUD (dulu disebut spiral), karena ngga akan menekan produksi ASI pada ibu yang menyusui.

3. Usia di atas 35 tahun

Pada usia di ini, sebaiknya perempuan dianjurkan untuk menunda kehamilan. Hal ini dikarenakan tingginya risiko komplikasi kehamilan. Metode kontrasepsi yang direkomendasikan yaitu kontrasepsi mantap, atau yang sering disebut sterilisasi. Kontrasepsi ini, bisa berupa tubektomi (perempuan) atau vasektomi (laki-laki). Selain itu, juga bisa digunakan metode AKDR/IUD, suntik KB, pil KB, implan, dan metode konvensional juga bisa digunakan.

Nah, Teman Sehat itulah tiga tips yang bisa kamu gunakan saat  memilih kontrasepsi yang tepat sesuai usia dan kebutuhan. Yuk, tingkatkan kesadaran dalam menggunakan kontrasepsi untuk kehidupan yang lebih baik!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *