Benarkah Golongan Darah O Lebih Tahan terhadap Virus Korona?

Teman Sehat, benarkah ada bukti yang menggembirakan bagi kamu yang bergolongan darah O?  Tahukah kamu bahwa seseorang yang bergolongan darah O lebih sedikit terserang visus korona (SARS-CoV) atau mengalami penyakit Covid-19? Mau tahu jawabannya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Penelitian mengenai golongan darah O

Ditengah hiruk pikuk krisis Covid-19 yang melanda penduduk Tiongkok, Dokter Jiao Zhao dkk (2020) dari School of Medicine, The Southern University of Science and Technology, Shenzhen, melakukan penelitian tentang golongan darah dan kerentanan terhadap penyakit Covid-19.  Penelitian ini menggunakan sejumlah 2173 subjek yang positif penyakit Covid-19 di dua rumah sakit di Wuhan.

Hasil penelitiannya diterbitkan dalam jurnal online MedRXiv edisi terbaru 2020, yang salah satu kesimpulan  bahwa orang bergolongan darah A memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Covid-19 dibanding orang golongan darah lain. Sebaliknya orang yang bergolongan darah O memiliki risiko paling rendah terkena penyakit Covid-19 dibanding orang bergolongan darah lain.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian serupa oleh  Cheng et al (2005) di Hongkong pada  subjek penyakit SARS oleh virus korona jenis SARS-CoV. Bagaimana mekanismenya? Belum terjawab pasti sampai saat ini. Namun besar kemungkinan karena keunikan antiken dan antibodi yang dimiliki orang bergolongan darah O, dan kebiasaan makannya.  Membahas kaitanya dengan golongan darah, maka kamu perlu memahami perbedaan antar golongan darah manusia.

Awal mula penggolongan darah

Adanya perbedaan golongan darah ditemukan pada tahun 1901 oleh Karl Landsteiner, seorang dokter Austria yang meraih Penghargaan Nobel atas temuannya ini pada tahun 1930.  Menurut Landsteiner, golongan darah ditentukan oleh keberadaan antibodi yang dikodenya dengan antibodi A dan antibodi B.

Seseorang bergolong darah A bila di permukaan sel darah merahnya ada antigen A dan dalam plasmanya ada antibodi B. Orang bergolongan darah B bila di permukaan sel darah merahnya ada antigen B dan dalam plasmanya ada antibodi A. Orang bergolongan darah AB bila memilki kedua antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A dan B. Sedangkan orang bergolongan darah O bila tidak ada kedua antigen A dan B tetapi ada antibodi A dan B.

Kemungkinan yang terjadi pada seseorang bergolongan darah O

Menurut Guillon P et al (2008) dari Lembaga Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Nasional Perancis, kemungkinan mekanisme ini adalah  antibodi A  yang ada pada orang bergolongan darah O menghambat interaksi antara virus korona  dan resptornnya (ACE2).

Kemungkinan lain adalah kebiasaan makan orang bergolongan darah O pada umumnya relatif lebih menyukai  makan pangan hewani, kacang-kacangan, buah dan sayur (Wang J et al, 2015) yang mensuplai asam amino, asam lemak esensial, selenium, zink, tembaga, vitamin A, C, D dan E yang turut meningkatkan imunitas tubuh (Ibrahim KS et al, 2016; Wu D et al, 2019).

Nah Teman Sehat, jadi benar bahwa kamu yang bergolongan darah O lebih tahan terhadap serangan virus korona. Tapi jangan bangga dulu, kamu tetap harus waspada karena bila terlena, misal gizi  lagi tak cukup, tidur kurang dan banyak stres, tak jaga kebersihan dan jarak sosial, maka risiko penyakit virus akan tetap mengancam. Jika kamu berminat melakukan penelitian, topik ini nah ini bisa jadi inspirasi untuk menjawab mekanisme kerjanya. So, #staysafe, ya!

(Prof Dr Hardinsyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB dan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *