Benarkah Stroke Bisa Menyerang Usia Muda?

Sebagian besar masyarakat menganggap stroke sebagai ancaman kesehatan yang baru akan dihadapi memasuki usia lanjut. Faktanya, jumlah kasus stroke pada usia di bawah 50 tahun terus mengalami peningkatan loh, Sahabat Sehat!

Berdasarkan Global Burden of Disease Study (GBD) 2021, jumlah orang berusia 15 hingga 39 tahun yang didiagnosis stroke selama tahun 1990 – 2021 meningkat hingga 36%. Selain itu, orang rentang usia tersebut yang hidup dengan stroke, baik yang mengalami disabilitas atau membutuhkan perawatan medis akibat stroke, jumlahnya meningkat hingga 41%.

Foto: Freepik

Kenapa stroke bisa menyerang usia muda?

Stroke pada usia muda seringkali dikaitkan dengan gaya hidup. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak; kurangnya aktivitas fisik; serta pengelolaan stres yang kurang tepat bisa memunculkan faktor risiko stroke lebih awal. Beberapa faktor risiko yang paling umum terjadi, di antaranya hipertensi, dislipidemia, dan diabetes.

Penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah juga bisa terjadi pada seseorang dengan penyakit jantung bawaan atau efek dari adanya cedera luar, seperti akibat kecelakaan. Kondisi inilah yang bisanya menjadi penyebab utama stroke pada pasien berusia di bawah 24 tahun.

Dari hasil pengamatan 1,074 kasus stroke pada anak dan dewasa muda di Indonesia, 83.4% di antaranya berupa stroke hemoragik yang sebagian besar terjadi akibat trauma pasca kecelakaan. Hal tersebut dimuat dalam artikel yang dipublikasikan oleh Clinical and Experimental Pediatrics.

Apa yang bisa dilakukan untuk cegah stroke?

Hal pertama yang bisa Sahabat Sehat lakukan yaitu dengan memperhatikan apa yang akan kamu makan. Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak jahat. Jaga pola makan bergizi seimbang. Selanjutnya, lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu.

Foto: Freepik

Selain fisik, mengelola stres dengan bijak juga menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Stres dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan mengubah tekanan darah dan mengganggu fungsi pembekuan darah yang berpotensi menaikkan risiko stroke.

Di samping itu, melakukan deteksi dini dan screening kesehatan secara rutin juga ngga kalah penting. Bagi Sahabat Sehat yang berusia 20 tahun ke atas, disarankan untuk memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol setidaknya setahun sekali. Dengan begitu, kamu bisa melakukan upaya pencegahan yang tepat sesuai kondisi kesehatan, dan mendapat penanganan segera bila muncul tanda dan gejala awal stroke.

Referensi

Zhang, M., Long, Z., Liu, P., Qin, Q., Yuan, H., Cao, Y., Jia, Y., Liu, X., Yu, Y., Wu, Y., Pei, B., Ye, J., Wang, M., & Wang, F. 2025. Global Burden and Risk Factors of Stroke in Young Adults, 1990 to 2021: A Systematic Analysis of the Global Burden of Disease Study 2021. Journal of the American Heart Association, 14(10), e039387. https://doi.org/10.1161/JAHA.124.039387

Leman, J. et al. 2025. Occurrence of stroke in children and young adults in Indonesia: A Multicenter Private Hospital Study. Clinical and Experimental Pediatrics. 68(4), pp. 303–310. doi:10.3345/cep.2024.01214.
https://www.e-cep.org/journal/view.php?number=20125555760

Kotlęga, D., Gołąb-Janowska, M., Masztalewicz, M., Ciećwież, S., & Nowacki, P. 2016. The emotional stress and risk of ischemic stroke. Neurologia i neurochirurgia polska, 50(4), 265–270. https://doi.org/10.1016/j.pjnns.2016.03.006

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.