Ketahui Perbedaan Alzheimer dan Parkinson, serta Cara Mencegahnya!

Teman Sehat, pernahkah kamu mendengar jenis penyakit Alzheimer dan Parkinson? Tanda dan gejala kedua penyakit ini sama, yaitu berupa gangguan kognitif atau disebut demensia. Sama-sama menyerang sistem saraf otak, tapi ternyata kedua jenis penyakit ini berbeda, loh. Lalu, apa perbedaannya? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini!

Mengenal demensia

Demensia merupakan sekumpulan gejala penyakit yang memengaruhi fungsi dan kerja otak. Tanda khas dari demensia adalah tketidakmampuan melakukan kegiatan sehari-hari akibat menurunnya kemampuan kognitif. Adapun fungsi kognitif yang terganggu adalah daya ingat, kemampuan berbicara, cara memahami suatu informasi, menilai, dan memberikan perhatian kepada orang lain.

Old Man, Hombre, Cara, Senior, Edad, Capeado

Selain fisik, orang yang mengalami demensia juga akan sulit mengontrol emosinya. Nah, Teman Sehat, penyebab paling umum seseorang bisa mengalami kondisi demensia adalah penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Alzheimer: gejala dan penyebabnya

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit degeneratif otak atau penurunan fungsi otak, yang ditandai dengan penurunan memori, bahasa, kemampuan memecahkan masalah, dll. Alzheimer terjadi ketika adanya penumpukan protein yang membentuk plak. Plak tersebut menghalangi sel-sel di otak saling berkomunikasi, sehingga fungsi kognitif ngga berjalan dengan baik.

Alzheimer sering dialami oleh orang lanjut usia, yaitu 65 tahun ke atas. Faktor risiko lainnya adalah genetik, riwayat keluarga, riwayat penyakit tertentu, gaya hidup, dan stres. Hasil penelitian dalam jurnal Int Psychogeriatr, kondisi stres 10 kali lipat lebih tinggi bisa meningkatkan seseorang terkena penyakit Alzheimer.

Parkinson: gejala dan penyebabnya

Penyakit Parkinson adalah gangguan fungsi otak yang menyebabkan seseorang sulit mengendalikan gerakan tubuhnya. Biasanya, gejala khas dari penyakit ini adalah tremor saat istirahat, otot dan sendi kaku, lamban dalam bergerak dan berbicara, dan ngga stabil ketika berdiri tegak. Parkinson lebih sering menyerang laki-laki usia 60 tahun ke atas.

man and woman sitting on bench facing sea

Penyakit Parkinson terjadi ketika kurangnya aliran dopamin ( zat pembawa sinyal ke sel-sel otak), sehingga bagian otak yang berperan sebagai pusat pergerakan tubuh terganggu. Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan penyakit ini dipengaruhi oleh usia, ras, genetik, lingkungan, cedera kranioserebral (trauma kepala), dan stres.

Bisakah Alzheimer dan Parkinson terjadi bersamaan?

Meskipun jarang terjadi, tapi bukan berarti ngga ada. Gabungan penyakit Alzheimer dan Parkinson mungkin saja terjadi. Biasanya, ini terjadi dalam bentuk penyakit Lewy body (Lewi body disease). 

Penyakit Lewy body terjadi di area tertentu otak akibat gumpalan protein alpha-synuclein yang abnormal. Akibatnya, seseorang akan mengalami masalah dalam bergerak, berpikir, dan berkelakuan. Penderita mulanya bisa terlihat normal, tapi dalam waktu sebentar saja, mereka akan mengalami kebingungan dan halusinasi visual.

Tips mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson

Meskipun ada beberapa faktor penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson yang ngga bisa dikendalikan, tapi kamu tetap bisa mencegahnya. Ada 7 pilar untuk menjaga kesehatan otak yang bisa kamu terapkan sejak dini.

two men playing chess

  1. Melakukan latihan atau olahraga secara rutin, seperti berjalan, yoga, Tai Chi, dan berenang
  2. Mengembangkan dan memelihara hubungan sosial
  3. Menerapkan pola makan sehat, terutama sayur-sayuran, buah-buahan, batasi gula, dan perbanyak asupan asam lemak omega-3 untuk kesehatan sel-sel saraf
  4. Menjaga dan menstimulasi kesehatan mental, seperti dengan bermain catur, puzzle, Scrubble, dan Sudoku
  5. Cukup istirahat dan tidur
  6. Hindari stres
  7. Menjaga kesehatan pembuluh darah, seperti kontrol kolesterol dan tekanan darah

Nah, Teman Sehat sudah tahu kan, perbedaan Alzheimer dan Parkinson, serta upaya pencegahannya. Yuk, dari sekarang mulai terapkan 7 pilar di atas untuk mencegah penyakit yang menyerang otak kita di masa tua nanti. Stay healthy! Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *