Teman Sehat, pernah mendengar istilah gangguan kecemasan dalam keseharian? Gangguan ini disebut Post-Traumatic Stress Disorder, merupakan gangguan yang banyak dialami oleh sebagian orang. Kira-kira, apa ya penyebab gangguan stres ini? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Pengertiannya,
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan jenis gangguan yang terjadi setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengejutkan, menyeramkan atau berbahaya sepanjang hidupnya. Kategori trauma yang bisa memicu terjadinya PTSD yaitu:

- Penyalahgunaan (mental, fisik, seksual, atau lisan)
- Bencana (kecelakaan, bencana alam, atau terorisme)
- Serangan kekerasan (kekerasan, perkosaan)
- Eksposur (objek yang rentan terhadap resiko)
Gangguan ini biasa dialami oleh seseorang yang terus mengalami gejala kecemasan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu kebanyakan dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.
Mengapa kamu bisa mengalami hal ini?

Ada beberapa penyebab kamu bisa mengalami penyakit PTSD. Diantaranya yaitu paparan pada acara yang berbahaya, mengalami hal yang menyakitkan atau melihat orang lain tersakiti. Selain itu, trauma masa kecil, mengalami ketakutan yang ekstrim, dan memiliki sedikit dukungan setelah mengalami trauma, juga salah satu penyebabnya.
Gejala dan tandanya
Gejala yang dialami penderita PTSD biasanya muncul dalam waktu 3 bulan atau lebih setelah trauma. Seseorang dikatakan mengalami gangguan ini, jika gejala terjadi selama satu bulan dan termasuk dalam klasifikasi yang cukup parah, sehingga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang terdiagnosis gangguan ini, setidaknya akan mengalami gejala di bawah ini selama satu bulan. Berikut gejalanya:
1. Merasakan pengalaman yang ngga diinginkan (re-experiencing)
Jika kamu merasa seperti flashback pada suatu kejadian yang sudah terjadi, seperti berkeringat atau jantung berdebar cepat maka itu salah satu gejala re-experincing. Selain itu, ada gejala lainnya seperti mengalami memori atau mimpi yang berulang dan pikiran selalu merasa sedih atau bahkan ada beberapa tanda fisik tubuh mengalami stres, seperti jerawat.
2. Mengalami gejala penghindaran
Perbnahkah kamu merasa ingin menjauhi tempat, acara, atau benda yang mengingatkan terhadap suatu kejadian? Bahkan kamu ingin menghindari pemikiran dan perasaan yang berhubungan dengan kejadian tersebut? Nah, itu berarti kamu mengalami gejala penghindaran yang bisa menyebabkan PTSD.
3. Mengalami dua gejala, bergairah dan reaktivitas
Jika kamu merasa mudah terkejut, sulit untuk berkonsentrasi, merasa tegang, waspada, maupun gelisah, itulah gejala kamu mengalami PTSD. Gejala ini juga bisa menyebabkan kamu menjadi sulit tidur, mudah marah dan lebih sensitif serta mengalami dua gangguan kecerdasan/memori (kognitif) dan suasana hati.
4. Gangguan kecerdasan/memori (kognitif) dan suasana hati
Gejala lainnya yang kamu rasakan yaitu kesulitan mengingat hal penting dari kejadian yang menyebabkan trauma, memikirkan hal negatif mengenai diri sendiri atau dunia dan memiliki perasaan terisolasi secara sosial.
Bagaimana cara menanganinya?

1. Melakukan psikoterapi
Psikoterapi merupakan penanganan yang dilakukan oleh ahli kesehatan mental untuk membantu seseorang menemukan dan mengubah emsoinya. Biasanya emosi terkait masalah, pikiran, dan tingkah laku. Penanganan ini bisa memberikan dukungan atau edukasi pada penderita PTSD dan keluarganya. Jenis psikoterapinya yaitu Cognitive Processing Therapy (CPT) dan Exposure Therapy.
2. Penggunaan obat-obatan
Obat-obatan merupakan salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengontrol gejala PTSD seperti kesedihan, ketakutan, dan marah. Obat ini termasuk golongan obat antidepresan seperti paroxetine.
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP