Ketahui Gangguan Kecemasan dan Depresi pada Anak

Teman Sehat, tahukah kamu bahwa gangguan kecemasan dan depresi ngga cuma terjadi pada orang dewasa? Yap, hal ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti lingkungan rumah, sekolah, dan lainnya. Bagaimana bentuk kecemasan dan depresi pada anak? Yuk, simak penjelasan di sini!

Kecemasan pada anak

   

Gangguan kecemasan terjadi ketika seorang anak ngga mampu mengatasi ketakutan dan kekhawatirannya, sehingga mengganggu kegiatan sekolah, rumah, atau saat bermain. Berikut beberapa jenis gangguannya:

  • Kecemasan perpisahan, ketakutan mendalam bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada salah satu anggota keluarganya atau dirinya sendiri serta ketakutan berada di luar keluarga.
  • Fobia, ketakutan ekstrim pada suatu hal atau situasi tertentu.
  • Kecemasan sosial, sangat takut untuk pergi sekolah dan tempat umum, karena ngga mau berbicara dengan siapapun di luar rumah.
  • Kecemasan umum, sangat khawatir tentang masa depan dan hal buruk yang terjadi.
  • Gangguan panik, ketakutan yang tiba-tiba, ngga terduga dan berulang kali datang dengan gejala, seperti sulit bernapas, pusing, gemetar atau berkeringat.

Depresi pada anak

Depresi terjadi ketika anak-anak merasa sedih dan putus asa secara terus-menerus. Anak-anak mungkin mengalami kesulitan untuk mengekspresikan diri dan perasaannya, karena keterbatasan kosakata emosional.

Berikut contoh perilakunya:

  • Mudah tersinggung
  • Cenderung ngga mau melakukan hal-hal yang menyenangkan
  • Adanya perubahan pola makan (lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya)
  • Adanya perubahan energi, menjadi lelah atau gelisah sepanjang waktu
  • Merasa ngga berguna atau bersalah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menunjukkan perilaku melukai diri sendiri
  • Depresi parah, bisa membuat anak berpikir dan berencana untuk bunuh diri

Beberapa hal yang bisa dilakukan

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak melewati rasa cemasnya, yaitu:

  • Memastikan anak mendapatkan berbagai pengalaman, terutama bertemu orang lain di luar rumah.
  • Memastikan anak mampu membuat keputusan sendiri, sehingga menumbuhkan sikap percaya diri.
  • Memastikan anak untuk ngga terlalu khawatir, ketika harus menghabiskan waktu jauh dari rumah dan orang tua.
  • Memastikan diri sendiri sebagai orang tua ngga selalu khawatir dan cemas, karena anak akan ikut cemas.
  • Beberapa anak dengan kecemasan yang sulit dipahami, bisa memperoleh bantuan dari psikoterapi atau ahli profesional di bidangnya.

Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut,

Pengobatan anak dengan depresi melibatkan terapi dan obat-obatan. Pengobatan yang tepat bisa membantu meredakan gejala depresi yang dialami anak. Psikoterapi merupakan jenis terapi yang bisa mengatasi faktor emosional dan kehidupan yang meningkatkan risiko depresi pada anak.

Lalu untuk obat yang digunakan yaitu obat antidepresan yang dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, keterlibatan orang tua untuk membangun lingkungan yang mendukung kondisi anak agar segera pulih juga diperlukan, yaitu dengan cara:

  • Melibatkan dan mendukung anak secara aktif saat pengobatan
  • Mendorong anak untuk berbicara tentang perasaannya dan dengarkan tanpa menghakimi
  • Menciptakan kehidupan rumah tangga yang stabil dan seaman mungkin
  • Meminimalisir konflik antara orang dewasa dan anggota keluarga lainnya
  • Mendidik anggota keluarga lainnya tentang depresi, sehingga bisa menawarkan bantuan dan dukungan.

Nah, berdasarkan informasi di atas, tentunya Teman Sehat jadi lebih tahu tentang gangguan kecemasan dan depresi pada anak. Jangan lupa untuk selalu menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman di rumah, ya. Semoga bermanfaat! jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.