Dampak Food Waste yang perlu Kamu Tahu!

Hayo, siapa yang kalau makan ngga habis dan sering meninggalkan sisa? Siapa yang sering menimbun makanan sampai kadaluwarsa dan akhirnya berakhir di tong sampah? Teman Sehat, tahukah kamu? Food waste, jika dibiasakan ternyata bisa menimbulkan dampak yang ngga baik, loh buat lingkungan? Mau tahu apa dampaknya? Yuk, simak!

Pemenuhan gizi yang ngga merata

Menurut The Economist Intelligence Unit, diperkirakan setiap orang di Indonesia bisa menghasilkan 300 kg sampah makanan per tahunnya. Selain itu, sepertiga dari seluruh makanan di dunia atau 1,3 juta ton makanan terbuang sia-sia.

Nah, hal ini seharusnya menimbulkan keprihatinan karena masih banyak orang yang kekurangan makanan hingga menderita gizi buruk. Sementara pemborosan makanan masih saja terjadi dan sering dianggap sepele. Selain membuang-buang makanan, food waste ternyata juga berdampak buruk pada lingkungan.

Global warming

Ternyata, kebiasaan ini turut berkontribusi dalam pemanasan global, loh! Mengapa bisa terjadi? Hal ini dikarenakan sisa makanan yang terbuang dan tertimbun di tanah, akan terurai dan menghasilkan metana, salah satu dari gas rumah kaca (greenhouse gases/GHG).

Gas ini bisa menimbulkan efek rumah kaca atau naiknya suhu bumi karena panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi oleh gas-gas rumah kaca. Bahkan ternyata, gas metana 25 kali lebih kuat memerangkap panas matahari dibanding CO2, loh!

Sebenarnya, efek ini terjadi secara alamiah. Secara normal, panas matahari yang menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi, akan diserap kemudian sebagian dipantulkan kembali oleh gas-gas rumah kaca agar suhu bumi hangat. Tanpa adanya efek rumah kaca ini, suhu bumi akan menjadi 30°C lebih dingin. Namun, jika gas rumah kaca terlalu banyak maka suhu bumi akan terus meningkat.

Pemborosan sumber daya alam

Kegiatan ini, ngga cuma memboroskan bahan pangan, tapi juga sumber daya alam (SDA). Produksi bahan pangan ngga lepas dari penggunaan SDA, seperti tanah dan air.  Kegiatan produksi pangan, seperti pertanian sangat membutuhkan sumber daya air dan tanah. Pada 2007, hampir 1,4 milyar hektar lahan pertanian dunia digunakan untuk memproduksi makanan yang tidak dikonsumsi.

Lebih dari itu, food waste bisa menjadi salah satu kontributor dalam berkurangnya keanekaragaman hayati. Hal ini dapat terjadi melalui perubahan iklim, eksploitasi SDA berlebih, polusi, dan perubahan habitat. Produksi makanan yang kurang efisien menyebabkan sebanyak 9,7 juta hektar lahan ditebang setiap tahunnya untuk menanam pangan dan banyaknya pengalihan lahan hutan menjadi areal pertanian juga menjadi penyebab berkurangnya satwa liar.

Nah, Teman Sehat ternyata itulah beberapa dampak yang bisa terjadi saat penggunaan dan perencanaan pengolahan pangan kurang tepat sasaran. Banyak orang belum menyadari jika memproduksi food waste, berpengaruh pada lingkungan. Yuk, lebih peduli dengan lingkungan dengan melakukan perubahan kecil dari diri sendiri!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.