3 Sindrom yang Perlu Diketahui Pasca Melahirkan

Teman Sehat tahu ngga sih, pasca melahirkan seorang ibu akan mengalami beberapa sindrom, loh! Sindrom ini bisanya mengganggu kesehatan psikologi ibu pasca melahirkan. Mulai dari kepanikan ibu yang berlebih hingga enggannya untuk menyentuh si kecil. Nah, untuk meminimalisir terjadinya sindrom ini, yuk kenali beberapa sindrom pasca melahirkan ini! Check this out!

Sindrom baby blues

Sindrom baby blues merupakan bentuk depresi ringan yang dialami seorang ibu setelah melahirkan. Gangguan ini bisanyanya terjadi pada beberapa hari setelah melahirkan dan akan memudar beberapa minggu tanpa penanganan khusus. Gangguan ini juga disebut maternity blues atau postpartum blues. 

Sindrom ini akan menyerang emosi dari sang ibu seperti sering menangis, murung, jantung berdebar, panik, dan mudah marah kemudian disertai oleh gejala lain seperti gangguan mood, tidur dan pola makan. Gejala ini disebabkan karena adanya perubahan hormon pada ibu. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa untuk menghindari sindrom ini, yaitu perlunya perhatian kepada ibu selama periode kehamilan. Ibu hamil memiliki keterbatasan fisik pada aktivitas sehari-sehari sehingga bisa menimbulkan tekanan batin yang dan stres.

Depresi pasca melahirkan (DPM)

Depresi Pasca Melahirkan (DPM) merupakan bentuk depresi mayor (berat) yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan bayi pertamanya. Yap, depresi ini hanya terjadi pada anak sulung dan terjadi pada tahun pertama setelah melahirkan. DPM dapat membuat para ibu mengalami gejala-gejala depresif, seperti merasa sedih dan emosi-emosi negatif lainnya.

Kondisi ibu yang mengalami DPM ini membuatnya kurang peka dalam memberikan respon positif tehadap bayi. Oleh karena itu, bayi berisiko mengalami kesulitan dalam mengembangkan respon positif, terkena gangguan psikopatologis (tekanan mental), dan gangguan lainnya pada aspek emosional, kecerdasan, dan perilaku.

Psikosis postpartum

Jika sindrom DPM ngga segera ditindak lanjuti, bisa memperburuk keadaan, loh! Sindrom DPM akan berubah menjadi sindrom Psikosis Postpartum. Gejala yang dialami ibu semakain parah diikuti dengan gejala lain seperti halusinasi, delusi, dan hiperaktif. Jika sudah terindikasi hal ini, maka sebaiknya ibu harus segera mendapat penanganan oleh petugas kesehatan, karena dapat menyakiti dirinya sendiri maupun menyakiti bayinya.

So, mulai sekarang jangan pernah meremehkan berbagai macam sindrom yang menyerang para ibu-ibu ya. Teman Sehat harus selalu memberikan perhatian lebih pada mereka yang telah melewati proses persalinan. Jangan lupa untuk selalu konsultasikan perkembangan ibu dan bayi pada seorang profesional.

Editor dan Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *