Halo Teman Sehat! Ternyata, teknologi fermentasi mulai dikembangkan sejak ribuan tahun sebelum masehi loh. Teknologi fermentasi ini terus dikembangan agar makanan awet lebih lama dan bercita rasa lezat. Pengembangan ini mulai ada sejak tahun 6000 sebelum Masehi oleh penduduk Babylonia yang udah tau kalo khamir ternyata bisa membantu membuat bir. Lalu, pembuatan adonan roti yang mengembang menggunakan khamir udah dilakukan penduduk Mesir sekitar 4000 SM. Aktivitas spesies khamir inilah yang pada waktu itu menjadi hal yang sangat menguntungkan buat pengembangan produk makanan.
Nah, kalau fermentasi sayuran berawal dari mana ya, Teman Sehat?
Pada zaman dulu, di Timur Tengah, pengawetan bahan pangan dilakukan ketika manusia mulai mengumpulkan dan menyimpan bahan pangan, termasuk sayur-sayuran. Penduduk Timur Tengah mulai menambahkan garam atau air laut ke sayuran untuk memperpanjang masa simpannya. Selama perendaman sayuran dengan garam dan air dengan kadar garam dan suhu yang tepat membuat sayuran mengalami fermentasi asam laktat.
Ternyata, fermentasi asam laktat bermanfaat karena akan buat makanan jadi lebih tahan sama pembusukan mikrobiologi dan pembentukan racun-racun makanan. Fermentasi bisa mencegah pertumbuhan mikroba jahat loh, Teman Sehat. Peningkatan dan penurunan nilai gizi juga dapat terjadi selama proses ini. Nah, mau tau apa aja sih makanan fermentasi sayuran di berbagai negara? Yuk, simak bahasan berikut ini!
1. Kimchi Korea
Kimchi merupakan makanan tradisi khas Korea yang mengalami fermentasi asam laktat. Ternyata, ada nama yang lebih spesifik untuk bedain kimchi ini, Teman Sehat, seperti Kakduggi, Dongchimi, Chonggak-kimichi, Seokbakji, Yeohmu-kimchi, dan Hootsanji yang berbahan baku lobak Korea serta Oisobaago dan Oiji yang berbahan baku ketimun.

Penggaraman kubis biasanya dilakukan pada konsentrasi garam 5-7% selama 12 jam atau 15% selama 3-7 jam. Makanan fermentasi ini mengandung vitamin larut air B1, B2, B12 dan niasin. Kandungan vitamin C akan menurun selama proses fermentasi berlangsung.
2. Pak Sian Dong Thailand
Pak Sian Dong menggunakan bahan utamadaun Pak Sian (Gynandrosis pentophylla). Selain itu, makanan ini bisa berbahan baku rebung, bawang merah, jeruk, wortel, atau lobak cina.

3. Hum Choy Cina
Hum Choy Cina berbahan baku kubis cina yang direndam dengan air beras hasil pencucian beras dan direbus terlebih dahulu.

4. Acar Malaysia
Sayuran yang paling umum digunakan dalam makanan ini adalah ketimun kerdil, jahe, bawang, rebung bakung, cabe, rebung bambu, atau buah-buahan seperti pepaya muda, kedondong muda, belimbing muda, nanas muda, cermai, pala muda, dan jeruk limau yang direndam dalam larutan garam.

5. Acar Mesir
Acar mesir biasanya berbahan baku ketimun yang direndam di dalam larutan garam.
![]()
Tapi inget Teman Sehat, jangan banyak-banyak makan makanan fermentasi ini ya karena makanan ini diolah dengan menggunakan banyak garam. Kelebihan garam bisa buat kamu bertekanan darah tinggi, chubby atau mengalami ketidakseimbangan elektrolit. Jadi, hati-hati ya, Teman Sehat! (agt&don)

